Tokyo, (Metrobali.com)

Topan yang menerjang Jepang pada Sabtu menewaskan dua orang dan menyebabkan ratusan ribu rumah tangga mengalami padam listrik, seperti dilaporkan kantor berita Kyodo.

Kota Shizuoka, yang berada di sebelah barat daya Ibu Kota Tokyo, menjadi yang paling terdampak dengan catatan curah hujan 417 mm sejak diguyur mulai Kamis (22/9), kata Kantor Meteorologi Jepang (JMA).

Angin di pusat Topan Talas berembus dengan kekuatan sekitar 65 kilometer per jam, dan embusan puncak sekitar 90 km per jam, menurut kantor tersebut.

Seorang pria berusia 40-an tewas akibat bencana tanah longsor dan seorang lagi yang berusia 29 tahun ditemukan tewas setelah mobilnya terjun ke waduk, menurut laporan Kyodo.

Aliran listrik di sekitar 120.000 rumah juga padam, kata perusahaan Chubu Electric Power Grid, yang menambahkan bahwa tanah longsor telah merobohkan dua tiang listrik.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang disebabkan pemadaman listrik ini,” kata Chubu Electric Power Grid di Twitter.

“Pemadaman berlangsung lama akibat tanah longsor, salah satu faktor, namun kami sedang melakukan segala upaya yang kami bisa untuk memperbaikinya secepat mungkin,” kata perusahaan itu, menambahkan.

Pada Sabtu sore, listrik kembali menyala di sebagian besar rumah, meski sekitar 2.800 rumah masih padam.

Menurut Chubu Electric Power Grid, perbaikan tiang listrik yang roboh membutuhkan beberapa bulan untuk diperbaiki, kata Kyodo.

Meski JMA sudah menurunkan topan menjadi siklon ekstratropikal pada Sabtu pagi, pihaknya memperkirakan bahwa hujan lebat masih akan mengguyur Kota Shizuoka.

JMA juga meminta masyarakat agar waspada terhadap tanah longsor dan banjir.

Kota Yokohama, sekitar 30 km selatan Tokyo, pada Sabtu siang juga mengeluarkan imbauan evakuasi bagi sekitar 3.000 warga.

Topan Nanmadol, salah satu badai terbesar yang menghantam Jepang dalam beberapa tahun, menewaskan dua orang serta membawa angin kencang dan rekor curah hujan ke wilayah barat pada Senin (19/9).

Sumber: Reuters