Denpasar (Metrobali.com)-

 
Komisaris PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Ibnu Purna Muchtar menegaskan jika panjang tol jalan di atas perairan (JDP) mirip dengan union bridge di Kanada. Tol pertama di Bali yang dibangun di atas laut itu memiiki panjang sekitar 12,7 kilometer, hampir sama dengan Union Bridge di Kanada sepanjang 12,9 kilometer.
Tak hanya itu, Ibnu juga menyebut panjang tol JDP hampir sama dengan Penang Bridge di Malaysia yang memiliki panjang mencapai 13,5 kilometer. “Desain dan konstruksi sepenuhnya dikerjakan oleh putra terbaik bangsa. Tol sepanjang 12,7 kilometer itu diselesaikan dalam kurun waktu 14 bulan, lebih cepat dari rencana awal yang 18 bulan,” kata Ibnu saat tinjauan lapangan tol JDP, Senin (10/7).
Menurut dia, tol JDP merupakan tol pertama yang membentang di atas laut sepanjang 10 kilometer. Suksesnya pembangunan tol tersebut membuktikan bahwa Indonesia memiliki kemampuan dan teknologi yang memadai untuk pembangunan jalan dan jembatan di atas laut. Tak hanya desain dan konstruksi,  biaya investasi jalan tol JDP sebesar Rp2,4 riliun juga sepenuhnya menggunakan dana interal perusahaan dan sumber pembiyaan dalam negeri dengan komposisi 30 persen dana perusahaan, 70 persen dana pinjaman sindikasi perbankan dalam negeri.
“Berbeda dengan Jembatan Suramadu yang dibiayai pinjaman luar negeri dari APBN, tol Bali murni dibiayai  dengan perusahaan dan pinjaman korporasi dalam negeri tanpa sedikitpun memberatkan APBN,” papar Ibnu.
Jika ditilik ke belakang, pembangunan tol JDP untuk mengurai kemacetan parah di sekitar Simpang Dewa Ruci yang menyangga beban begitu berat. Berankat dari survei, imbuh Ibnu, jumlah kendaraan roda empat atau lebih yang melintasi By Pass Ngurah Rai setiap harinya mencapai lebih dari 40 ribu. belum lagi ditambah dengan jumlah sepeda motor yang melintas yang jumlahnya jauh lebih besar sebanyak 56 ribu tiap harinya.
Kini, tol JDP sudah dalam komposisi 98 persen rampung. “Awal Juli akan digelar uji coba. Sebelum KTT APEC sudah bisa beroperasi secara normal,” ucapnya optimistis. Sementara itu, Direktur Pengembangan Usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Abdul Hadi menegaskan jika pembanguna tol JDP ini wajib menjadi inspirasi pembangunan tol di daerah lain di masa mendatang. “Ini menjadi model pengembangan jalan tol ke depan,” kata Hadi.
Ia berharap nantiya segala pembangunan infrastruktur jalan tak lagi menggunakan dana pinjaman asing yang pada akhirnya memberatkan ABPN. Hadi berharap agar pembangunan infrastruktur jalan menggunakan dana dalam negeri non APBN. “Kalau pakai pinjaman luar negeri, engenering, tenaga peralatan dan semuanya didatangkan dari luar negeri, sehingga kita tidak bisa menggunakan produk lokal,” ungkap dia.
Dengan tol JDP, jika sebelumnya melewati jalur biasa dari Denpasr ke Nusa Dua membutuhkan waktu 1-1,5 jam, maka kini hanya dibutuhkan jarak tempuh 15 menit saja menuju Nusa Dua. Menurutnya, bukan tanpa tantangan membangun jalan tol JDP. Ia menyebut pekerja sempat dievakuasi lataran terjadi pasang surut air laut dan cuaca tak menentu. Kendati begitu ia bersyukur pengerjaannya dapat rampung lebih cepat dari tenggat waktu yang diberikan. “Tol ini menggunakan 38 ribu tiang pancang yang didatangkan dari berbagai daerah seperti Pulau Jawa dan Jakarta. Aspek keselamata pengguna kita utamakan dan bangunan ini tahan gempa,” tegas Hadi.
Meski pengerjaannya lebih cepat dari waktu yangdiberikan, namun Hadi menjamin kualitas proyek yang digarap akan mumpuni. “Pengerjaan cepat tak mempengaruhi kualitas. Kami menambah pekerja dan mereka bekerja 24 jam penuh,” ulas dia.
Soal nama JDP nantinya, Hadi menjelaskan jika hal itu akan diresmian oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Soal nama nanti akan disetujui presiden,” tutup Hadi.BOB-MB
Baca Juga :
Kasus Besakih, Pintu Revolusi Pariwisata Budaya Bali