Foto: Program Studi Profesi Apoteker (PSPA)  FMIPA UNUD lakukan kunjungan dan observasi lapangan ke sejumlah perusahaan.

Denpasar (Metrobali.com)-

Salah satu langkah strategis untuk mempertahankan keberlangsungan dan meningkatkan Kerjasama dengan pihak industri, maka Program Studi Profesi Apoteker (PSPA)  FMIPA UNUD lakukan kunjungan dan observasi lapangan ke PT. Sanofi-Aventis Indonesia yang secara langsung diterima oleh Production Manager  – Ahmad Nadiem, PT. Etana Biotechnologies Indonesia yang diterima oleh HR Senior Supervisor – Arisida Indradi Pulungan,  PT. Nicholas Laboratories Indonesia yang terima oleh QC Manufacturing –  Tipho Rangga, dan PT. Promedrahardjo Farmasi Industri yang diterima oleh Production Manager –  Yulianto Budi Susilo.

PT Sanovi-Aventis Indonesia adalah afiliasi Sanofi, perusahaan bidang kesehatan diversifikasi global yang berpusat di Prancis dengan portofolio produk farmasi yang beragam (obat resep dan obat generik), vaksin, dan produk kesehatan konsumen. Hingga saat ini, Sanofi hadir di lebih dari 170 negara dan didukung oleh 100,000 karyawan yang bekerja bersama-sama untuk menyediakan perawatan terapeutik yang inovatif untuk memperbaiki kesehatan dan kesejahteraan orang di seluruh dunia.

Sanofi Indonesia, melalui badan hukum PT Aventis Pharma, telah beroperasi di Indonesia lebih dari 60 tahun dan didukung oleh sekitar 650 karyawan dari berbagai fungsi, termasuk menjalankan fasilitas manufaktur bersertifikat GMP (Good Manufacturing Practice) yang melayani pasar domestik serta internasional

Sementara itu PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) merupakan produsen biofarmasi berkualitas tinggi, terjangkau, dan inovatif untuk mengobati berbagai penyakit metabolik, autoimun, dan penyakit utama lainnya yang mengancam jiwa, termasuk kanker. Untuk melayani pasien Indonesia dengan sebaik-baiknya, Etana telah membangun jaringan aliansi strategis dan kemitraan dengan produsen farmasi internasional dengan rekam jejak yang kuat dalam meneliti dan mengembangkan obat-obatan yang aman dan berkhasiat, memungkinkan Etana untuk menawarkan perawatan baru ke pasar Indonesia.

Baca Juga :
PKB Kab. Badung ke XXXVI, Gde Agung : Hargai Warisan Leluhur untuk Diwarisi ke Generasi Mendatang

Pada saat yang sama, Etana bekerja untuk membangun sumber daya manusia Indonesia dan kemampuan penelitian dan produksinya sendiri dengan membangun fasilitas manufaktur dan penelitian biofarmasi multiguna yang ramah lingkungan, yang dikelola oleh lulusan terbaik dari lembaga penelitian dan pendidikan medis terkemuka di Indonesia.

Tidak kalah penting, PT. Promedrahardjo Farmasi Industri merupakan perusahaan farmasi yang telah mendapatkan sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari BPOM untuk golongan obat non betalaktam tablet, tablet salut, kapsul dan liquid oral ditahun 2000, dan golongan obat Cefalosporin jenis sediaan Kapsul dan serbuk oral di tahun 2019 serta mendapatkan Sertifikat Cara Pembuatan Obat tradisional yang baik (CPOTB) di tahun 2020. PT. Promedrahardjo Farmasi Industri telah memiliki 152 varian produk meliputi branded generic, generic dan supplement kesehatan, dan terus berinovasi guna menghasilkan produk-produk yang berkualitas.

Dengan tekad yang kuat dan dilandasi oleh semangat akan kesempurnaan, PT. Promedrahardjo Farmasi Industri selalu bergerak maju untuk menjadi perusahaan farmasi yang berkembang dengan pesat dan selalu memberikan kontribusi untuk memajukan pelayanan kesehatan masyarakat di Tanah Air.

Terakhir, PT NICHOLAS LABORATORIES INDONESIA adalah salah satu produsen obat etikal terkemuka di Indonesia yang memproduksi “Naspro”, analgesik yang sudah terkenal.

Kunjungan yang dilaksanakan pada tanggal 14-15 Juli 2022 sesuai surat tugas Dekan FMIPA tertanggal 11 Juli 2022 ini dilakukan langsung oleh oleh Koordinator PSPA FMIPA Universitas Udayana Dr. apt. I Gusti Ngurah Agung Dewantara Putra, S.Farm., M.Sc. Menurut Agung Dewantara, tujuan dari kunjungan ini adalah selain mempertahankan dan meningkatkan Kerjasama, kunjungan ini merupakan jawaban atas rekomendasi asesmen lapangan PSPA FMIPA Unud pada tanggal 1-22 juli 2022, juga untuk mendukung pencapaian VMTS khususnya berkaitan dengan pencapaian kompetensi unggulan untuk mencapai VMTS. Sehingga diharapkan lulusan PSPA FMIPA Universitas Udayana memiliki kompetensi yang tinggi dan mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional. (rls)

Baca Juga :
Muskab VII PPNI Kab. Karangasem : Arsiawan Adi Ketua Baru Terpilih

Sumber:https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1440-PS-Profesi-Apoteker-FMIPA-UNUD-Kunjungi-empat-industri-farmasi-terkemuka-di-Indonesia.html