Denpasar (Metrobali.com)-
Ramadhan baru memeasuki pekan pertama. Kendati begitu, tiket bus untuk mudik Lebaran di Pulau Bali sudah habis terjual. Momen mudik Lebaran dan imbas kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu membuat pengelola armada bus menaikkan harga tiket hingga lebih dari 25 persen dari harga biasa.

 
Di Terminal Ubung, Denpasar, hara tiket bus antar kota antar provinsi (AKAP) tujuan Jawa Tengah dan jawa Timur sudah ludes terjual. Pemesanan dilakukan oleh pemudik sejak jauh-jauh hari. Untuk tiket keberangkatan mulai H-7 sampai H-3, seluruh tiket untuk tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah laku terjual.
 
Bagio, pengelola armada bus di Terminal Ubung mengaku pihaknya telah kebanjiran pemesanan tiket untuk beberapa tujuan sejak sebulan lalu. “Tiket untuk Jawa Tengah dan Jawa Timur mendekati Lebaran sudah habis terjual. Ada yang masih booking baru melakukan pembayaran setengahnya. Pemesanan terjadi sejak sebulan lalu,” ungkap dia, Jumat (19/7).
Meski belum ada ketentuan harga tarif untuk angkutan Lebaran, namun Bagio mengaku untuk penjualan jelang Lebaran yang sudah ludes terjual itu ia naikkan sebesar 25 persen dari harga normal.
“Habis bagaimana, kalau jual dengan harga standar, mereka memesan untuk mudik Lebaran. Sementara kalau kita tunggu keputusan harga dari pemerintah, bias-bisa armada bus kami tidak laku. Akhirnya kami pakai patokan tahun lalu,” papar Bagio.
Novi, salah seorang penumpang tujuan Yogyakarta mengaku kesulitan mencari tiket bus untuk mudik Lebaran nanti. Ia mengaku belum memesan seperti para penumpang lainnya. “Sulit sekali cari tiket tujuan Yogyakarta. Saya belum dapat tiket. Kalau tidak dapat tiket bus, terpaksa naik pesawat atau kereta api,” ujar Novi yang datatang bersama keluarganya.
Sekedar diketahui, harga tiket untuk Yogyakarta dan Rembang, Jawa Tengah, jika tarif normal dipatok seharga Rp275 ribu. Namun untuk keberangkatan mudik Lebaran H-7, harga tiket melonjak tajam menjadi Rp400 ribu.
 
Hal sama terjadi untuk tujuan Jakarta. Jika pada hari normal dijual seharga Rp400 ribu, maka jelang Lebaran dipatok seharga Rp600 ribu.
Baca Juga :
Rayakan Pergantian Tahun, Gubernur Pastika Minta Jajarannya Evaluasi Program