Tiga ekor babi mati secara mendadak di Lingkungan Biluk Poh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo.
Jembrana (Metrobali.com)-
Tiga ekor babi mati secara mendadak di Lingkungan Biluk Poh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo. Kematian tiga babi membuat Eka, pemilik babi batal mepatung.
Pemilik babi, Gede Eka Putra Suardana (34) mengaku kaget akan matinya ketiga babinya. Pasalnya ketiga ternaknya itu sudah laku untuk Mepatung saat Hari Raya Galungan. “Sudah laku, hanya saja saya belum menerima uang. Kalau dihargakan mungkin ada 8 juta rupiah” ujar Eka ditemui di rumahnya, Kamis (6/2).
Menurutnya ketiga babi mati secara mendadak namun dalam waktu berdekatan. Kejadian pertama terjadi pada Rabu (5/2) sekitar pukul 23.00 Wita, saat ia baru pulang dari kerja. Sedangkan babi kedua dan ketiga mati pada Kamis, (6/2) pagi sekitar pukul 04.00 Wita dan 06.30 Wita.
“Tidak sakit. Sore kemarin memang tidak mau makan hanya minum saja. Kalau pagi sampai siang mau (makan). Sorenya langsung disuntik sama mantri, tapi malamnya mati” jelas Eka yang bekerja di PLN Negara.
Sebelum babinya mati, ia juga sempat melihat bulu-bulu yang tumbuh di kuping babi miliknya pada berdiri. Selain itu kedua kaki belakang babi seperti lumpuh. Ketiga ternaknya dipelihara dalam satu kandang berukuran 2X2 meter.
“Ketiganya (babi) sudah saya kubur. Ini nasib, padahal sudah siap panen dan ada yang beli” imbuhnya.
Menurutnya hampir semua warga disana memelihara babi sebagai penghasilan tambahan, malah ada yang sampai 14 ekor.
Pantauan di lokasi, Disamping kandang tempat ketiga babi mati, terdapat kandang berisi dua ekor babi dalam kondisi sehat.
Disisi lain dua petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana sempat datang ke lokasi. Namun disana petugas tidak mengambil sampel dengan alasan babi sudah dikubur dan akan dilakukan penyemprotan kandang.
Pewarta : Komang Tole
Editor : Whraspati
Baca Juga :
Simakrama di Tabanan, Rai Mantra Beberkan Program Kartu Tani Nawacandra