Mangupura, (Metrobali.com)-

Juicy, empuk, dan lezat merupakan tiga kata yang mampu mendefinisikan daging sapi Australia. True Aussie Beef menginisiatori The Beef Talk, dinner dan talkshow tentang kelezatan daging sapi Australia di Canna Resto Nusa Dua Sawangan, Kuta Selatan, Badung, Sabtu 13 Agustus 2022.

Acara yang digelar di Canna Resto Nusa Dua merupakan rangkaian ke-9. Kedatangan Beef Talk di Bali untuk memperkenalkan daging sapi Australia ke masyarakat Nusantara.

Di tangan Celebrity Chef Chandra Yudaswara, daging sapi khas Australia diubah dalam beberapa menu lezat. Beberapa menu yang disajikan adalah Wagyu Bolar Blade MB 9+Surf Turf, Wagyu Topside MB 9, serta Mulwarra Striploin.

Lebih lanjut Chandra mengungkapkan bahwa menu-menu itu sebagai bukti bahwa seluruh bagian dari daging sapi Australia bisa digunakan sebagai sajian lezat dan lengkap. Bukan hanya bagian yang familiar seperti sirloin maupun tenderloin.

Dikatakan, selama ini kita mungkin familiar dengan sirloin, tenderloin, dan rib eye. Jenis-jenis bagian dari daging sapi itu memang lezat, tapi daging sapi potongan lain yang dikenal dengan Chef cuts (non loin / secondary cuts) ini berbeda dengan jenis daging lainnya. Meskipun i seluruh bagiannya lezat dan nikmat jika diolah dengan benar.

Sementara itu  Chief Representative MLA Indonesia Haryanto mengatakan, pihaknya menginisiatori Beef Talk event untuk memperkenalkan daging sapi Australia. Di mana setiap potongan dari daging sapi memiliki tekstur dan rasa yang lezat.

Daging sapi Australia ini lezat karena treatment ke sapi sejak awal sudah sangat bagus. Jadi bukan hanya soal cooking method-nya, tapi juga soal bagaimana memperlakukan sapi,” kata dia.

Disebutkan, bahwa Sapi Australia berbeda dengan sapi lainnya di mana sapi-sapi di Australia hanya dilepaskan untuk makan rumput dan bertumbuh.

Baca Juga :
Umat Hindu Gelar Ritual Tumpek Kandang

“Sapi disana dibebaskan untuk berkembang. Disana sapinya ditaruh di Padang rumput dan itu bebas untuk bertumbuh. Bukan bekerja.. Jadi kualitas daging yang bagus,” kata dia.

Tidak hanya makan rumput. Sapi-sapi juga ada yang diberikan makanan biji-bijian. Sehingga mempunyai tekstur dan karakteristik yang berbeda..

“Kemudian ketika akan dipotong, seluruh sapi itu dipisahkan supaya nggak stress. Jadi, sapi yang belum dipotong dilarang melihat proses pemotongan sapi lainnya,” ujarnya.

Tanpa melihat proses pemotongan sapi, maka sapi tersebut tidak stress. Bila sapi stress, maka akan berpengaruh pada otot. Dagingnya pun menjadi keras. “Kami mengutamakan Animal Welfare. Sehingga kualitasnya tinggi,” tegasnya.

Daging sapi Australia itu, kata Haryanto, sudah diekspor ke berbagai negara. Indonesia menempati rangking kelima pengimpor daging sapi terbesar “Kirim ke Jepang, Korea, China, US, dan Indonesia. Daging sapi Australia bisa dibeli di beberapa high end supermarket dan meatshopBali . Diantaranya di Grand Lucky, Pepito dan Indoguna Meatshop ,” pungkas dia.

Khusus untuk di Bali acara yang digelar di Canna Resto Nusa Dua Sawangan Badung Selatan ini merupakan rangkaian ke-9. Tujuan kegiatan ini ingin mengejukasi pentingnya mengkonsumsi daging Sapi Australia. Kedatangan Beef Talk di Bali untuk sekaligus memperkenalkan daging sapi Australia ke masyarakat Nusantara.

Temukan informasi lebih lanjut tentang program seru dari MLA selanjutnya dengan follow Instagram @trueaussieid, Youtube True Aussie Indonesia Official dan website

(sut-mb)