Gde Sumarjaya Linggih Wakil ketua komisi VI DPR RI
Denpasar (Metrobali.com) – 
Kondisi Usaha di Bali yang dalam saat ini menghadapi kondisi “extraordinary” akibat Pandemi COVID19 dimana Pengusaha yang memiliki Pagu kredit jauh dibawah nilai aset, sehingga sebenarnya masih layak diberikan tambahan kredit.
Hal tersebut menjadi suatu bahasan topik yang mengemuka saat acara Ngopi bareng Gde Sumarjaya Linggih Wakil ketua komisi VI DPR RI atau yang lebih dikenal dengan Demer dan Royke Tumilaar, Dirut Bank BNI, didampingi Dolly Suthajaya Nasution di Denpasar, Senin (8/2/2021).

Namun karena aliran Arus Kas berkurang karena kondisi Pandemi COVID19, tidak mendapatkan bantuan kenaikan pagu kredit modal kerja. Tambahan kenaikan kredit modal kerja ini dibutuhkan untuk menjaga kualitas aset, mempertahankan karyawan kunci, serta proses-proses bisnis utama perusahaan.

“Kedepan, Dirut BNI akan membawa aspirasi ini kepada pihak-pihak terkait permasalahan ini. Semoga dunia usaha di Provinsi Bali mendapatkan solusi terbaik atas masalah ekonomi ini,” tutur Demer.

Tak hanya itu, nantinya para pemangku kepentingan diharapkan akan memberikan berbagai tanggapan dan masukan sehingga dapat dilakukan atensi atas permasalahan ini. (HD)

Editor : Hana Sutiawati
Baca Juga :
Pemkab Buleleng Jalin Kerja Sama Dengan Komunitas Ekoenzim Dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber