Foto: Suasana Wisuda VI STMIK Primakara di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Nusa Dua, Badung pada Sabtu (30/4/2022).

Badung (Metrobali.com)-

STMIK Primakara, kampus IT yang dikenal sebagai Technopreneurship Campus atau kampus pencetak technopreneur (wirausaha berbasis teknologi) ini terus bergerak cepat menggebrak dengan berbagai terobosan.

Kali ini beralamat di Jalan Tukad Badung Nomor 135 ini siap naik kelas menjadi universitas. “Mohon doa restunya STMIK Primakara bisa menjadi Primakara University,” kata Ketua STMIK Primakara Made Artana, S.Kom.,M.M., dalam sambutannya saat acara Wisuda VI STMIK Primakara di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Nusa Dua, Badung pada Sabtu (30/4/2022).

Mendegar kabar gembira dan progres yang dicapai STMIK Primakara ini, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si., dalam sambutannya saat acara wisuda ini memberikan dukungan penuh atas langkah maju dari kampus yang bertabur prestasi ini. Dia pun optimis cita-cita mulia ini terwujud juga tentunya dengan landasan spirit cinta kasih.

“Dalam tempo yang sesingkat-singkatnya STMIK Primakara akan menjadi perguruan tinggi yang unggul, sakti mandraguna apabila menerapkan cinta kasih,” kata Prof Dasi.

Ia memberikan apresiasi STMIK Primakara segera berubah menjadi universitas. “STMIK Primakara segera berubah menjadi institute atau universitas. Memang begitu caranya, cepat berubah,” tegasnya.

“Kalau tetap begini saja STMIK bosen aku. Jangan tetap di Tukad Badung ketemu STMIK lagi STMIK lagi, sekali-sekali di Petang, 50 hektar kampusnya gede. Jadi universitas sakti mandraguna, mare ye keren,” kata Prof Dasi sambil berkelakar disambut tepuk tangan riuh.

Kepada wisudawan Prof Dasi berpesan agar mengejar cita-cita setinggi langit dan jangan takut mengejar mimpi.  “Cita-cita menurut Bung Karno setinggi langit. Kalau jatuh sekali di awan naik pesawat menyeberangi awan, naik kapal menyeberangi gelombang. Hei engkau wisudawan cepat-cepat tanggap itu peluang,” pesan Prof Dasi.

Lepas 77 Orang Wisudawan, Tahun Penuh Kunjungan dan Kolaborasi

Sementara itu dalam Wisuda ke-6 STMIK Primakara kali ini melepas sebanyak 77 orang wisudawan dari tiga Program Studi (Prodi). Rinciannya 23 orang wisudawan dari Prodi Sistem Informasi, 31 orang wisudawan dari Prodi Sistem Informasi Akuntansi dan 23 orang wisudawan dari Prodi Informatika.

Baca Juga :
P4S Widya Tani Mandiri, Ajak Petani Pupuan Tingkatkan Daya Saing Pemasaran Produk Pertanian Lokal

Dari total wisudawan ini sebanyak 68 persen dari wisudawan tersebut sudah bekerja dan berwirausaha mendirikan usaha rintisan atau startup berbasis teknologi. Hal ini sejalan dengan positioning kampus STMIK Primakara sebagai Technopreneurship Campus atau kampus pencetak technopreneur (wirausaha berbasis teknologi).

Dalam perjalanannya kampus STMIK Primakara yang memasuki usia 9 tahuni ini banyak capaian dan prestasi telah diraih terutama tahun 2022 ini yang menjadi tahun kolaborasi bagi kampus IT yang menjadi kiblat startup di Pulau Dewata ini.

Di tahun ini 2022 STMIK Primakara banyak menerima kunjungan dari para pejabat negeri seperti sejumlah Deputi Kementerian, para menteri mulai dari Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki hingga Menteri BUMN Erick Thohir, termasuk sejumlah kepala daerah dari luar Bali seperti Walikota Medan Bobby Nasution.

“Ini karena mereka melihat kita di STMIK Primakara sangat konsisten untuk memperjuangkan terbentuknya kewirausahaan utamanya kewirausahaan berbasis teknologi di Bali,” jelas Artana.

Selain itu, di tahun ini STMIK Primakara mencoba memperbanyak social impact atau dampak sosial di masyarakat melalui berbagai kegiatan kolaboratif dan sinergis dengan berbagai stakeholder. Salah satunya lewat program Banjar Creative Space (BCS).

BCS ini merupakan inisiasi bersama BITHUB (Bali Initiative Hub), Indonesia Creative Cities Network (ICCN), STMIK Primakara, serta stakeholder lainnya dan didukung oleh Menteri BUMN Erick Thohir melalui program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) Pertamina. BCS dirancang menjadi strategi pengembangan potensi berbasis masyarakat Bali yang simpul utamanya berada di banjar-banjar.

Untuk di Bali, ada 11 banjar yang menjadi role model ini. Pada kegiatan Banjar Creative Space pihaknya  banjar dimanfaatkan bukan hanya untuk kegiatan sosial, adat dan keagamaan melainkan juga untuk kegiatan produktif dimana anak-anak bisa belajar bisa berlatih dan memulai bisnisnya.

“Primakara sejak berdiri posisinya jelas jadi kampus kita melihat kemajuan tekhnologi digital khususnya harus disikapi. Terlebih kita di Bali tidak bisa bergantung pada satu sektor saja. Jadi sektor yang lain harus dihidupkan,” tambahnya.

Baca Juga :
KPU Telusuri Video Isu Surat Suara Tercoblos di Malaysia

Sukseskan Bali DigiFest

Sejak tahun 2014 STMIK Primakara menggagas cukup banyak event untuk mengasah enterpreunership dikalangan anak muda. Diantaranya Bali Startup Camp dan lainnya.

Di akhir tahun 2021 STMIK Primakara juga melaksanakan acara yang cukup besar berskala nasional yang didukung Bank Indonesia yakni Bali Startup Summit. Tujuannya menggaungkan di level nasional bahwa di Bali ini eksosistem startupnya cukup besar dan harus diperhitungkan.

Lalu berlanjut STMIK Primaraka diminta bantuannya oleh Pemprov Bali merancang sebuah event untuk menggongkan bahwa Bali akan menghidupkan ekosistem ekonomi kreatif dan ekonomi digital. Maka STMIK Primaraka membantu Pemprov Bali melaksanakan event Bali Digital Festival atau Bali DigiFest yang berlangsung pada 8-10 April 2022.

Empat Mahasiswa Ikuti Program Erasmus Plus

STMIK Primakara juga bertabur prestasi di kancah internasional. Saat ini terdapat empat orang mahasiswa STMIK Primakara berhasil lolos dalam program yang diselenggarakan oleh Erasmus Plus. Program ini didanai oleh European Commission dan dikelola oleh Education, Audiovisual and Culture Executive Agency of the European Commission.

“Mahasiswa kita diberangkatkan ke luar negeri kerjasama dengan Erasmus Plus. Untuk tahun ini kita memberangkatkan empat mahasiwa, satu orang mahasiswa ke Bulgaria dan tiga orang mahasiswa ke Filipina,” ungkap I Gede Putu Krisna Juliharta, S.T.,M.T., selaku Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Pusat Karir dan Kerjasama STMIK Primakara didampingi pula Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan STMIK Primakara Ni Luh Putu Ning Septyarini Putri Astawa, M.Pd.

Satu orang mahasiswa STMIK Primakara atas nama Jasmine Priscilla Kho, yang merupakan mahasiswa jurusan Sistem Informasi Akuntasi angkatan 2019 telah berhasil lolos seleksi program Training Course “Social Media Literacy for Women Rights” yang akan dilaksanakan di Bulgaria selama 8 hari pada tanggal 9 Juni 2022 – 16 Juni 2022.

Proyek tujuan utama adalah untuk memberdayakan kaum muda melalui literasi digital, memperluas rasa diri mereka di dunia, meningkatkan keterlibatan sipil, dan meningkatkan kepedulian akan hak perempuan.

Baca Juga :
Haji Lulung Apresiasi Partisipasi Politik Media Sosial

Selain Jasmine, terdapat 3 mahasiswa STMIK Primakara yang berhasil lolos seleksi program Training Course “Community: Seniors Involved Internasional” – CSII yang akan dilaksanakan di Filipina selama 9 hari pada tanggal 19 Mei – 27 Mei 2022.

Tiga mahasiswa tersebut diantaranya Ni Wayan Kariasih yang merupakan mahasiswa STMIK Primakara jurusan Sistem Informasi angkatan 2019, Ni Putu Mia Puriyanti yang merupakan mahasiswa STMIK Primakara jurusan Sistem Informasi angkatan 2020, serta Gede Martha yang merupakan mahasiswa STMIK Primakara jurusan Teknik Informatika angkatan 2021.

Proyek ini memiliki tujuan utama untuk mengatur kegiatan yang akan menghubungkan generasi. Kegiatan ini akan melibatkan orang tua dan anak muda, mengenai pertukaran pengalaman hidup mereka, belajar dari satu sama lain, dan mengurangi kesenjangan antara orang muda dan orang dewasa.

Punya Tiga Prodi, Jawab Tantangan Revolusi 4.0

STMIK Primakara merupakan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer dibawah naungan Yayasan Primakara. Berdiri sejak tahun 2012, STMIK Primakara telah membawa warna tersendiri dalam dunia pendidikan IT di Bali. STMIK Primakara menyelenggarakan pendidikan di bidang IT jenjang S1.

Pada tanggal 27 September 2013 berdasarkan Surat Keputuasan Mnteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 458/E/O/2013 secara resmi telah lahir STMIK Primakara yang beralamatkan di jalan Tukad Badung 135, Renon, Denpasar, dengan 3 Program Studi, yakni Program Studi S1 Teknik Informatika, Program Studi S1 Sistem Informasi, Program Studi S1 Sistem Informasi Akuntansi.

Lahirnya STMIK Primakara didasari oleh pemikiran bahwa, perkembangan yang terjadi di masyarakat demikian pesat, ada banyak sekali hal yang berubah, namun disisi lain, perguruan tinggi khususnya di Bali tidak banyak melakukan penyesuaian dan/atau antisipasi terhadap perkembangan yang terjadi.

Kemajuan teknologi informasi yang sedemikian cepat, hadirnya gelombang ekonomi digital yang telah merubah banyak cara orang berbisnis dan menjalankan usaha serta hadirnya revolusi industri 4.0 telah memicu berbagai perubahan besar di masyarakat yang perlu mendapat perhatian dan antisipasi dari perguruan tinggi. (wid)