Denpasar, (Metrobali.com)-

Direktur Jendral Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Prof. Dr. I Ketut Widnya, M.A., M.Fil. P.hD menyatakan Kota Ambon, Provinsi Maluku siap menjadi tuan rumah pagelaran Utsawa Dharma Gita (UDG) ke-14 tahun 2020.

“Kami dari direktorat telah menjalin komunikasi yang intensif dengan bapak Gubernur Maluku Irjen Polisi Murad Ismail dan beliau sangat mendukung (pagelaran UDG),” kata Widnya, Minggu (28/12) di Denpasar.

Menurutnya, keseriusan Pemprov Maluku mendukung penuh UDG dapat diamati dari dukungan anggaran finansial/anggaran yang berasal dari dana dari APBD Maluku melalui APBD daerah itu sebesar Rp 10 miliar.

Prof Widnya merinci anggaran tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan UDG seperti untuk membiayai konsumsi, akomodasi dan kegiatan, termasuk jasa profesi juri.

“Saya kira dengan anggaran demikian sudah mencukupi. Saya secara pribadi pun sudah berkomunikasi secara teknis dengan Bapak Sekda Maluku mengenai hal itu,” papar dia.

Pun demikian, terang Widnya, biaya mencukupi asalkan dengan catatan seluruh biaya transport kontingen dari daerah masing-masing daerah ditanggung oleh pemda tempat asal kontingen.

Pihaknya pun akan segera bersurat kepada gubernur seluruh indonesia agar mendukung pendanaan kontingen UDG dari masing-masing daerah seluruh Indonesia.

“Masih ada beberapa daerah yang belum mendapat alokasi dana pengiriman kontingen daerahnya. Kami masih berusaha mencarikan solusi dan segera saya akan surati,” imbuh mantan Ketua STAHN Gede Pudja Mataram itu.

Untuk tempat pembukaan dan penutupan, Direktorat dan Pemprov Maluku telah menyepakati dua tempat yakni yaitu di Marka Komando (Mako) Brimob dan di depan kantor gubernur. “Dalam rapat teknis akan dipilih salah satu di antara dua tempat tersebut sebagai tempat pembukaan dan penutupan. Saya kira hal tersebut menunjukkan bagaimana dukungan penuh pak gubernur untuk kita di Hindu,” ucapnya.

Baca Juga :
Mantan Teman Ahok sebut manipulasi KTP, ini tanggapan Ahok

Ditanyai mengenai apa yang istimewa dari pelaksanaan UDG tahun ini, Prof Widnya mengungkapkan bahwa tidak ada yg istimewa karena (UDG) merupakan agenda rutin tiga tahun sekali.

Tetapi, dipilihnya Kota Ambon sebagai tempat penylenggaraan, setidaknya akan menambat kentalnya kerukunan di kota tersebut.

“Sebab Ambon adalah kota musik, pak gubernur bilang sama saya ‘City of Musik in The World’. Jadi ini adalah kota seni dan UDG adalah seni juga, sehingga seni ini akan menyatukan kita sebagai sebuah bangsa,” demikian Profesor Widnya.

Editor : Hana Sutiawati