Foto: Paslon nomor urut 1 Jaya Wibawa mendapat dukungan dari elemen umat Budha di Kota Denpasar.

Denpasar (Metrobali.com)-

Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Denpasar nomor urut 1, IGN Jaya Negara dan I Kadek Agus Arya Wibawa (Jaya Wibawa) semakin dicintai umat lintas agama di Denpasar.

Dukungan dari umat lintas agama pun terus mengalir deras bagi paslon yang dikenal jujur, bersih, santun dan bersahaja yang mengusung motto Vasudhaiva Kutumbakam (Kita Semua Bersaudara) dengan konsep menyama braya menuju Denpasar MAJU (Makmur, Aman, Jujur, Unggul).

Kali ini giliran umat Budha Denpasar yang menyatakan dukungan kepada paslon nomor urut 1 yang diusung PDI Perjuangan, Partai Gerindra, PSI (Partai Solidaritas Indonesia) dan Partai Hanura ini.

“Kami akan dukung Jaya Wibawa,” kata Adhi Sunyata selaku Wakil Ketua Wilayah 1 Mapanbumi (Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia) Provinsi Bali bersama Ketua Perma Budhi (Persatuan  Umat Budha Indonesia) Provinsi Bali Tommy Chiuputra, Senin sore(19/10/2020).

Dukungan ini disampaikan usai menerima kehadiran Calon Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa dan Ketua Tim Pemenangan Jaya Wibawa Ketut Suteja Kumara serta Wayan Suadi Putra dalam silaturahmi di Warung De Ra Sa Vegetarian, Jalan By Pass Ngurah Rai, Tuban Kuta, Badung.

Perwakilan umat Budha di Denpasar ini mengaku senang dan sejalan dengan motto yang diusung paslon Jaya Wibawa yakni motto Vasudhaiva Kutumbakam (Kita Semua Bersaudara) dengan konsep menyama braya menuju Denpasar MAJU (Makmur, Aman, Jujur, Unggul).

“Kami senang dengan motto Vasudhaiva Kutumbakam (Kita Semua Bersaudara) ini. Motonya mengena di hati kami. Walau berbeda-beda kita bisa bersaudara,” papar Adhi Sunyata.

“Ini yang kita perlukan dalam hidup damai dan juga modal kebersamaan serta persatuan untuk membangun Denpasar MAJU,” imbuh pria yang juga Pengawas Perma Budhi (Persatuan  Umat Budha Indonesia) Provinsi Bali ini.

Baca Juga :
Desa Pakraman: Momentum Kebangkitan atau Tenggelam Ditelan Zaman

Hal senada disampaikan Ketua Perma Budhi (Persatuan  Umat Budha Indonesia) Provinsi Bali Tommy Chiuputra. “Visi misinyanya (Jaya Wibawa) juga sama dengan kami di Perma Budhi bahwa kita semua bersaudara. Bersaudara dan persatuan itu bukan sekadar disatukan tapi visi misinya yang disatukan,” ungkap Tommy Chiuputra.

Pihaknya pun merasa senang dengan kunjungan Kadek Agus Arya Wibawa dan Tim Pemenangan Jaya Wibawa. Ibarat pepatah tak kenal maka tak sayang. Semakin kenal semakin sayang.

“Kami karena sudah dikunjungi otomatis kami akan mendukung Jaya Wibawa. Saya akan mengajak anggota saya mendukung (Jaya Wibawa). Kami punya anggota 5 ribu di Denpasar,” pungkas Tommy Chiuputra.

Sebelumnya dalam silaturahmi dengan umat Buddha Kota Denpasar ini Calon Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan visi Jaya Wibawa yakni “Mewujudkan Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar MAJU (Makmur, Aman Jujur, Unggul).

Visi dan misi Jaya Wibawa dilandasi dengan motto Vasudhaiva Kutumbakam (Kita Semua Bersaudara) atau di masyarakat Bali dikenal dengan konsep menyama braya.

“Vasudhaiva Kutumbakam, Kita Semua Bersaudara, itu yang jadi motto dan spirit kami dalam membangun Denpasar menuju Denpasar MAJU,” kata Kadek Agus.

Sementara itu Ketua Tim Pemenangan Jaya Wibawa Ketut Suteja Kumara mengungkapkan silaturahmi dengan perwakilan dan tokoh umat Budha di Kota Denpasar ini juga bagian paslon Jaya Wibawa merangkul dan menyerap aspirasi semua kalangan atau kelompok masyarakat yang akan diajak bersama-sama ikut berkontribusi membangun dan memajukan Denpasar.

“Silaturahmi ini hubungan kedekatan kami dengan para tokoh ini. Setelah ini kita akan tindak lanjuti dengan pertemuan yang lebih besar. Harapannya juga kawan-kawan kami di umat Budha bisa memilih Jaya Wibawa,” ungkap Suteja Kumara yang juga Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Denpasar ini.

Baca Juga :
Sekda Buleleng Minta Satuan Karya Pramuka Susun Program yang Bisa Dieksekusi

Dikatakan paslon Jaya Wibawa juga bisa lebih memahami apa yang menjadi aspirasi dan kebutuhan para umat Budha di Kota Denpasar sesuai dengan konsep menyama braya.

“Mereka adalah warga masyarakat Denpasar jadi tentu kontribusinya akan sangat bermanfaat bagi  Denpasar,” pungkas Ketua Komisi I DORD Kota Denpasar ini. (wid)