Schneider Electric Dukung Asian Mensa Gathering 2012 : Orang-Orang ber-IQ Tinggi se-dunia Berkumpul di Bali

Metro Bali
single-image

Kuta (Metrobali.com)

Schneider Electric, perusahaan terkemuka dunia dalam hal pengelolaan energi, mendukung pertemuan Asian Mensa Gathering 2012, yang berlangsung di Swiss Belhotel Bayview Hotel, Bali, pada tanggal 21 – 22 September 2012. Pertemuan yang mengambil tema “Global Brains For The Poor” akan dihadiri oleh lebih dari 100 anggota Mensa dari 15 negara dan akan dibuka oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Pengentasan Kemiskinan, HS Dillon. Pada pertemuan tersebut akan dibahas dan dirumuskan berbagai langkah-Iangkah komprehensif untuk mengangkat taraf ekonomi masyarakat miskin dengan cara yang bermartabat, yaitu memberdayakan brain-power mereka. Sebagai bagian dari hal tersebut, juga dibahas bagaimana membangun national brain capital untuk menjadi motor peningkatan intelektual masyarakat.

Berkomentar mengenai dukungan tersebut, Country President Schneider Electric Indonesia, Riyanto Mashan, mengatakan, ”Sudah menjadi komitmen Schneider Electric untuk senantiasa melakukan pengembangan di bidang sumber daya manusia. Schneider Electric mendukung pertemuan Asian Mensa Gathering 2012 dan berharap pertemuan tersebut terselenggara dengan baik demi tercapainya sebuah rekomendasi pengentasan kemiskinan kepada Pemerintah.”

Schneider Electric meyakini kualitas manusia merupakan faktor penentu kemakmuran suatu bangsa. Oleh karena itu, Schneider Electric secara aktif melakukan berbagai program yang bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat sekitarnya. Di Indonesia, Schneider Electric kerap mendukung berbagai event yang bertujuan untuk mengembangkan kompetisi SDM baik skala internasional, seperti halnya Asian Mensa Gathering, dan juga program berskala nasional.

Beberapa kegiatan yang berorientasi terhadap pengembangan SDM di Indonesia antara lain “PT Schneider Indonesia Goes to School” yang masih terus berlangsung hingga saat ini. Melalui program link and match ini, Schneider Electric berupaya menjembatani dunia pendidikan dengan dunia kerja dengan cara membuka kelas kelistrikan dengan kurikulum khusus dan perlengkapan produk Schneider Electric bagi siswa-siswa SMK. Hingga saat ini tercatat 50 siswa SMK pilihan yang sudah mengikuti kurikulum ini. Hasilnya, siswa-siswa tersebut telah mendapat gelar engineer dan dengan cepat terserap lapangan kerja, antara lain bekerja di PT Schneider Indonesia. Program tersebut diharapkan tercipta tenaga kerja yang mahir dan siap pakai.

Baca Juga :
OJK: Kejahatan Perbankan Pasti Libatkan Internal Bank

Schneider Electric juga mendirikan Pusat Pelatihan kelistrikan yang berlokasi di bantul Yogyakarta dengan nama Bantul Electrical Training Center. Pusat pelatihan kelistrikan tersebut dibangun mencermati kebutuhan akan pengetahuan serta keahlian yang baik tentang pemasangan alat-alat elektrikal pasca gempa hebat yang melanda Yogyakarta beberapa tahun lalu.

Bali dipilih sebagai tempat penyelenggaraan karena pulau Bali dinilai telah mendunia. Selain itu, Bali juga sukses menjadi tuan rumah berbagai event internasional. Lebih dari 100 orang anggota Mensa dari 15 negara yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Australia, Jepang, Kanada, Afrika Selatan, Belanda, Jerman, Denmark, Hungaria, Amerika Serikat, Prancis, dan Serbia.

Anggota Mensa adalah orang-orang ber-IQ tinggi 2% dari populasi. Di masa sekarang, produktifitas intelektual jauh lebih tinggi nilainya dibandingkan produktifitas fisik Karenanya, pengembangan brain-power merupakan solusi paling efektif untuk meningkatkan taraf ekonomi bangsa.

”Berangkat dari keprihatinan untuk menolong masyarakat Indonesia dengan taraf ekonomi rendah, Mensa Indonesia mengundang anggota Mensa Internasional (www.mensa.org). organisasi orang ber-IQ genius, untuk bersama-sama membahas dan merumuskan langkah-Iangkah komprehensif untuk mengangkat taraf ekonomi masyarakat miskin dengan cara memberdayakan brain-power mereka,” ujar Ketua Mensa Indonesia, Sahat Simarmata, Ak., CPMA, CFP.

 Selama acara, akan digelar grup-grup diskusi yang terbagi kedalam tiga grup berdasarkan fokus pembahasan yaitu Grup 1 mengenai Biology & Medical Approach, Grup 2 mengenai Education & Stimulation Approach, dan Grup 3 mengenai Country’s Brain Capital. Di kesempatan tersebut Mensa juga akan memproklamirkan “Deklarasi Bali” yaitu suatu komitmen bersama anggota Mensa untuk memberdayakan kemampuan otak masyarakat dan perhatian khusus bagi pengembangan potensi anak-anak ber-IQ tinggi. di Asia.

Mengenai Schneider Electric

Sebagai spesialis global dalam hal pengelolaan energi yang telah hadir di lebih 100 negara, Schneider Electric menawarkan solusi terintegrasi di berbagai segmen pasar, termasuk pemimpin dalam Utilities & Infrastructure, Industries & Machine manufacturers, bangunan non-hunian, data centers & networks, dan perumahan. Fokus pada penciptaan energi yang aman, handal, efisien, produktif dan ramah lingkungan, the Group’s 110,000 beserta karyawan mencapai penjualan 20 miliar Euro di tahun 2010, melalui komitmen untuk membantu individu dan organisasi memaksimalkan energi yang mereka miliki. Sutiawan-MB

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.