hsdc Mascetti_2

Jakarta, (Metrobali.com)-

Untuk memenuhi permintaan pasar wisata Nasional & Internasional yang semakin meningkat akan Wine yang berkualitas, Sababay meluncurkan Mascetti, Port-style wine pertama yang diproduksi di Indonesia.

Label botol Mascetti dipersentasikan dalam warna biru tua dengan garis emas yang menampilkan pandangan yang berbeda dari Port pada umumnya, namun tetap mempresentasikan keaslian dari daya Port wine. Inovasi baru pada Port-style wine menjadi produk unggulan dari Sababay Winery produksi asal Gianyar, Bali.

Awal minuman Port diproduksi secara eksklusif di Lembah Duoro, Portugal Utama. Kini, proses pembuatan Port diperluas ke wilayah lain di Dunia, dimana biasanya wine bercitarasa manis dengan kombinasiPort-style disajikan dengan hidangan penutup atau keju. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, permintaan akan Port yang berkualitas di Asia, terutama di Indonesia meningkat,seiring dengan diperkenalkannya 10 destinasi wisata Indonesia.

“Mascetti adalah gebrakan baru, merefleksikan komitmen Sababay Winery untuk terus berinovasi dan menyediakan permintaan pelanggan kami yang terus berkembang. Peluncuran dari Mascetti akan membawa popularitas Port-style wine di Indonesia” Ujar, Yohan Handoyo, COO dari Sababay Industry.

Sababay Mascetti adalah Port-style wine yang diciptakan dari perpaduan anggur jenis Shiraz dan Alphonse Lavallee,anggur hitam yang dibudayakan di Bali Utara. Shiraz adalah jenis angggur utama yang digunakan di Australia untuk membuat Port-style wine. Dengan mengombinasikan anggur lokal Alphonse Lavallee dan Shiraz menghasilkan karakter,manis, beraroma kuat, unik dan istimewa.

“Mascetti memiliki warna unggu pekat serta corak permata rubi, rasa dark chocolate yang istimewa, buah manis  dan rempah eksotik yang menyapa langit-langit mulut. Mascetti sangat cocok untuk dinikmati di sore hari yang santai ataupun dipadukan dengan makanan penutup”, tambah Nicolas Delacressonniera winemaker Sababay yang berasal dari Bordeaux, Prancis.

Baca Juga :
BI : Sistem keuangan lebih baik dari 1998

Direktur Marketing, Fidi Sjamsoedin pun memberikan pandangannya terhadap target pasar. “Untuk mengatasi pergeseran tren rasa dan permintaan pasar yang tingggi terhadap produk lokal yang berstandar internasional, maka, Sababay dengan banggga meluncurkan Mascetti Port-style wine yang disambut baik oleh para profesional muda, pemimpin, maupun selebriti Indonesia di tenggah mitra serta distributor Sababay”.

mascetti

Tentang Sababay

 Sababay menggunakan angggur dari petani lokal di Buleleng, Bali Utara. Dengan konsep kerjasama yang dijalin, Sababay menciptakan perjanjian jual beli yang menguntungkan bagi kedua pihak serta memberikan penyuluhan bagi para petani secara berkesinambungan yang berdampak pada hasil panen yang meningkat. Hal ini juga menghasilkan standar hidup yang lebih baik untuk sejumlah penduduk Bali yang memiliki kesulitan ekonomi.

Saat ini Sababay bekerja sama dengan 180 petani anggur yang mengolah lahan tani gabungan seluas kurang lebih delapan puluh hektar.

Sababay memproduksi wine menggunakan jenis anggur Alphonse Lavallee dan Muscat. Sejak tahun 2010, sebagai bagian dari proses pengembanga produk, Sababay berhasil memperkenalkan beberapa jenis anggur baru di Bali, termasuk Shiraz.

Sababay mengoprasikan fasilitas produksi canggih dalam winery seluas 2 hektar di utara ibukota Bali, Denpasar. Dengan menggunakan peralatan yang diimpor langsung dari Prancis. Pengoprasian dilakuakan di bawah pengawasan winemaker Prancis dengan fasilitas steel dengan pengatur suhu otomatis, fermentor serta sistem pembotolan otomatis dari Italia. Fasilitas ini juga dilengkapi dengan gudang penyimpanan  dengan suhu dingin, departemen logistic, laboratorium pengecekan kualitas, dan system pengelolaan limbah padat dan cair yang berkelanjutan.

Wine Sababay telah diakui oleh ajang kopetensi wine internasional yang diselenggarakan oleh Singapore, Jepang, Cina Wines and Spirit Award, serta yang terbaru Austria Wine Challenge (AWC) dan Korea Wine Challenge (KWC). Sababay, dengan 33 award yang diperolehnya – membawa wine asli Indonesia ini, Moscato d’Bali, untuk ditampilkan di       La Cite du Vin, museum wine Bordeaux Perancis.

Baca Juga :
Bunut Sari Timpa Pura Natar Sari, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp. 279 Juta

Sababay dikelola oleh pemimpin-pemimpin muda yang dinamis dan berorientasi pada kesuksesan. Perusahaan didukung oleh tim yang berdidikasi tinggi, kompeten, dan memiliki visi yang sama untuk membuat gebrakan-gebrakan baru. #We-Indonesia diperkenalkan sebagai wadah bagi tim, guna mengekspresikan passion sekaligus memberikan inspirasi kepada orang lain untuk saling mengajak dan mendukung keberhasilan masing-masing individu. red-mb