Foto: Refleksi dan evaluasi setahun berjalannnya Program Sinergi Pang Pade Payu (SIP) dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Kartini 21 April 2022 di Puri Agung Manuaba, Desa Kenderan.

Gianyar (Metrobali.com)-

Program Sinergi Pang Pade Payu (SIP3) di Desa Kenderan Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar sudah berjalan setahun. Program pendampingan selama lima tahun ini mengusung misi mulia mewujudkan Desa Kenderan sebagai Desa Wisata Bersinar Ramah Keluarga.

Program  ini diinisiasi oleh Perempuan Pemimpin Indonesia (PPI) Provinsi Bali melibatkan sinergi pentahelix yakni akademisi, dunia usaha, masyarakat, komunitas dan media massa sehingga mempercepat tujuan Desa Kenderan sebagai desa wisata bersinar ramah keluarga.

Dalam menjalankan program SIP3 di Desa Kenderan ini, PPI bersinergi dan berkolaborasi dengan lima Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Bali yakni Universitas Mahasaraswati, IPBI (Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional), ITB STIKOM Bali, ITEKES dan Undiknas. Sinergi juga dijalin dengan organisasi lain seperti Perempuan Indonesia Maju (PIM) Provinsi Bali, KPKR (Koperasi Perempuan Ramah Keluarga), GTS Institute, KBMHD Undiknas, Pokdarwis Desa Kenderan serta organisasi lainnya.

 

Refleksi dan evaluasi setahun berjalannnya program ini dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Kartini 21 April 2022 di Puri Agung Manuaba, Desa Kenderan. Turut hadir Koordinator Program SIP3 Desa Kenderan Dr. A.A.A. Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H., Puri Agung Manuaba, panglingsir Puri Agung Manuaba Anak Agung Gede Anom Raharja, Sekretaris Desa Kenderan I Wayan Agustina Purnawan, dan pihak terkait lainnya.

“Dalam refleksi satu tahun program SIP3, masing-masing pihak yang bersinergi memberikan laporan apa yang dikerjakan selama setahun dan dikritisi oleh masyarakat apa yang belum bisa berjalan sesuai harapan sehingga akan disinkronkan lagi untuk program selanjutnya,” ungkap Tini Gorda yang juga Ketua Pusat Studi Undiknas ini.

Baca Juga :
Bentuk Pengurus Periode 2018-2023, BKS LPD Badung Gelar Rakerda

Dalam setahun program SIP3 ini berjalan, Tini Gorda mengaku masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan salah satunya terkait dengan keterlibatan aktif peran serta masyarakat. “Soal evaluasi, kita lihat peran serta masyarakat yang masih dalam tatatan pemerintah desa, masyarakat belum mengetahui keberadaan program SIP 3 ini,” ujar tokoh perempuan yang juga Ketua DPD Perempuan Indonesia Maju (PIM) Bali, Ketua KPRK Bali dan Direktur Eksekutif GTS Institute ini.

Terlepas dari kekurangan, pihaknya patut berbangga karena walaupun baru setahun program SIP3 ini berjalan, dampak positifnya sudah bisa dirasakan secara nyata. Sejauh ini sudah dilakukan pemetaan potensi desa, hingga sampai membuat barcode dan sebagainya.

Yang lebih membanggakan lagi Desa Wisata Kenderan berhasil masuk 300 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno pada tahun 2021 lalu.

Tahun ini anugerah yang sama kembali digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan di tahap awal Desa Wisata Kenderan sudah berhasil masuk 500 besar sari 18.000 ribu wisata seluruh Indonesia yang ikut ajang ini. Proses penilaian masih terus berproses dan diyakini Desa Wisata Kenderan paling tidak bisa masuk ke 100 besar.

“Program SIP 3 di Desa Kenderan ini berjalan lima tahun dan tentu akan kami gali terus potensi desa wisata ini,” pungkas Tini Gorda yang juga Ketua DPD IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) Provinsi Bali ini.

Sekretaris Desa Kenderan I Wayan Agustina Purnawan mengungkapkan pada 21 April 2021 atau setahun lalu disepakati komitmen bersama untuk memajukan dan mengembangkan Desa Kenderan menjadi desa wisata berbasis ramah keluarga sehingga para organisasi ini membantu Desa Kenderan di segala bidang untuk mewujudkan cita-cita bersama.

Baca Juga :
MP Menginap di Rumah Warga, Tampik Berkaitan Pilgub

“Banyak program dalam satu tahun yang sudah dilaksanakan SIP3. Salah satu prestasi dan hasil nyata program SIP3 ini membawa Desa Kenderan masuk dalam 300 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia Tahun 2021. Kontribusi program SIP3 sangat besar dalam hal itu,” papar Agustina.

Karenanya dalam pertemuan evaluasi dan peringatan setahun program SIP3 ini pihaknya memantapkan langkah-langkah ke depan untuk semakin mematangkan eksekusi program dan pencapaian target-target yang diharapkan. Termasuk juga mendongkrak posisi atau capaian peringkat Desa Wisata Kenderan dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia Tahun 2022.

“Harapannya bisa masuk ke 50 besar. Untuk mewujudkan itulah kita berkoordinasi lagi lebih intensif dengan SIP3 apa program yang bisa dijalankan. Anugerah desa wisata ini jadi barometer desa. Dalam pendampingan program SIP3 lima tahun ke depan kami harapkan Desa Wisata Kenderan bisa masuk dalam 10 besar Anugerah Desa Wisata,” terangnya.

Bicara soal potensi desa wisata Kenderan, tenyata desa yang masih asri ini menyimpan banyak daya tarik wisata. Mulai dari wisata tirta (wisata alam), wisata alam salah satunya dengan pemandangan sawah yang masih asri. Ada juga potensi wisata budaya dan heritage misalnya dengan adanya peninggalan sejarah sarkofagus, alat pencetak nekara di Pura Pejeng.

Potensi ekonomi kreatif untuk mendukung desa wisata ini juga cukup besar. Misalnya banyak usaha kerajinan seperti kayu ukir, kerajinan menjarit,UMKM, industri kecil, dan masih banyak yang akan dikembangkan. (wid)