Foto: Ketua STMIK Primakara Made Artana (tengah), Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar Dr. I Dewa Made Agung (kiri) dan Kepala Divisi Perencanaan dan Strategis Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali I Komang Wiratna Jaya (kanan).

Denpasar (Metrobali.com)-

Salah satu kampus IT terbaik di tanah air STMIK Primakara terus berupaya mendorong ekosistem digitalisasi UMKM di Bali. Kampus yang beralamat Jl. Tukad Badung No.135, Renon, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, menggulirkan berbagai program untuk membantu UMKM go digital salah satunya mengarahkan mahasiswa melakukan pendampingan terhadap UMKM termasuk koperasi di Bali.

Program ini kembali dilakukan di tahun 2022 ini di tengah masa pandemi Covid-19 yang menjadi tantangan tersendiri bagi koperasi dan UMKM dimana transformasi bisnis dan digitalisasi menjadi suatu keharusan untuk tetap bisa bertahan di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian.

Selama tiga bulan, mahasiswa semester IV STMIK Primakara yang berasal dari Program Studi Sistem Informasi, Sistem Informasi Akuntansi, dan Teknik Informatika melakukan pendampingan dan pembinaan kepada usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan koperasi di Kota Denpasar, dalam meningkatkan digitalisasi di bidang usaha dan bisnisnya.

Sebanyak 155 mahasiswa STMIK Primakara diterjukan mendampingi 10 koperasi binaan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar dan 41 usaha mikro kecil menengah (UMKM) mitra Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali ini yang  bertujuan untuk meningkatkan kapasitas UMKM dan Koperasi. Mahasiswa akan dibagi ke dalam beberapa kelompok, dimana setiap kelompok akan melakukan pendampingan pada satu mitra.

Program ini diselenggarakan melalui kerjasama STMIK Primakara dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar serta Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali. Mahasiswa diharapkan mampu mendampingi bisnis dan digitalisasi UMKM dan Koperasi di wilayah Denpasar (Koperasi) dan UMKM di wilayah (SARBAGITA) agar dapat meningkatkan eksistensi dan keberlanjutan usahanya.

Baca Juga :
Bupati Giri Prasta Hadiri Penyaluran Bantuan BTPKLW-MIGOR

Ketua STMIK Primakara Made Artana mengatakan pendampingan dan pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas UMKM dan koperasi. Namun tidak menutup kemungkinan mahasiswa juga dapat melakukan kegiatan tambahan di luar digitalisasi UMKM dan koperasi, yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra pendampingan.

“Peningkatan kapasitas UMKM dan Koperasi berfokus pada proses digitalisasi UMKM dan koperasi,” kata Made Artana usai acara pembekalan dan pelepasan mahasiswa yang akan melakukan pendampingan koperasi dan UMKM ini sekaligus juga dilakukan  penandatangan MoU pendampingan UMKM dan koperasi antara STMIK Primakara dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar di kampus STMIK Primakara, Denpasar, Jumat sore (18/3/2022),

Made Artana mengakui proses pendampingan dan pembinaan mitra UMKM dan koperasi oleh mahasiswa berlangsung selama tiga bulan. Dimana mahasiswa akan dibagi ke dalam beberapa kelompok, Setiap kelompok akan melakukan pendampingan pada satu mitra. Satu kelompok mahasiswa beranggotakan tiga orang dan berasal dari program studi yang berbeda.

“Kami harapkan mahasiswa mampu mendampingi bisnis dan digitalisasi UMKM dan koperasi di wilayah Denpasar,” harap Made Artana.

 

Menurutnya, pembagian kelompok ini akan ditentukan oleh Komisi Bisnis dan Digitalisasi UMKM. Komisi ini juga menugaskan satu orang dosen pembimbing untuk setiap kelompok mahasiswa guna melakukan pemantauan proses pendampingan yang dilakukan mahasiswa.

“Kami harapkan peran mahasiswa dapat membantu mengatasi permasalahan ekonomi yang dihadapi masyarakat melalui upaya peningkatan kesadaran/sikap, wawasan/pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan,” terangnya.

Tak hanya itu, lanjut Made Artana, dalam hal ini mahasiswa juga diharapkan mampu menerapkan konsep pemberdayaan masyarakat melalui inovasi teknologi yang dilaksanakan dalam tim kerja yang bersifat interdisipliner dan kolaboratif. Termasuk juga membangun kemitraan dengan pemangku kepentingan terkait dalam mewujudkan program.

Baca Juga :
May Day, Para Buruh di Bali Ajukan Lima Tuntutan

“Harus mampu membangun softskill mahasiswa agar bisa memiliki jiwa kewirausahaan, termasuk mencakup kemampuan ‘public speacking’, kemampuan berkolaborasi, bekerja sama dalam tim, berpikir kreatif, memecahkan masalah di dunia nyata dan dapat berkontribusi langsung pada masyarakat khususnya untuk UMKM,” tegas Made Artana.

Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar Dr. I Dewa Made Agung mengatakan pihaknya berterima kasih kepada STMIK Primakara karena telah menerjunkan mahasiswanya untuk mendampingi UMKM dan koperasi di Denpasar.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada STMIK Primakara. Kami berharap UMKM dan koperasi yang mendapatkan pendampingan dan pembinaan untuk mengikuti secara cermat. Sehingga di zaman digital ini dalam pembuatan, pengemasan, pemasaran dan manajemen usahanya menyesuaikan era globalisasi,” tuturnya.

Sementara, Kepala Divisi Perencanaan dan Strategis Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali I Komang Wiratna Jaya mengungkapkan dengan pendampingan dan pembinaan UMKM dibawah binaan BPD Bali oleh mahasiswa STMIK Primakara diharapkan kedepan bisa lebih berdaya saing. Ia mengaku sangat terbantu dengan program STMIK Primakara ini.

“Saya kira apa yang dilakukan STMIK Primakara sangat mulia dengan pendampingan dan pembinaan secara langsung kepada UMKM binaan kami (BPD Bali),” ungkap Komang Wiratna Jaya.

Selama ini, lanjut Komang Wiratna Jaya, UMKM binaan BPD Bali sudah sering diberikan pembinaan, pelatihan, hingga pameran, namun untuk pendampingan langsung seperti yang dilakukan STMIK Primakara sangat terbatas.

“Di BPD Bali sebenarnya tidak fokus pada pembinaan saja, selama ini kami juga melakukan peningkatan kapasitas namun memang sangat terbatas,” pungkasnya. (dan)