Lomba mancing paguyuban bebondresan sumerta kelod 1

Denpasar, (Metrobali.com) –

 Berbekal kail pancing dan umpan, ribuan para pemancing mania sejak pagi sudah memadati areal aliran Sungai di sepanjang Art Center guna mengikuti Lomba Mancing, Minggu (26/4) di Taman Budaya Art Center. Kegiatan lomba mancing yang diselenggarakan panitia Peguyuban Bebondresan Desa Sumerta Kelod ini di buka langsung Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra yang di tandai dengan pelepasan ribuan ikan lele di sepanjang aliran sungai. Hadir juga dalam kesempatan ini Camat Denpasar Timur Dewa Made Puspawan, Lurah Sumerta, Kades Sumerta Kaja, Kauh dan Kelod serta Bendesa Adat Tanjung Bungkak.

Ketua panitia Putu Adi Nayana yang di temui di sela-sela kegiatan mengatakan, “kegiatan ini merupakan serangkaian HUT ke-1 Peguyuban Bebondresan Frekwensi 142.360 MHz, Desa Sumerta Kelod, selain itu juga untuk mendukung program Pemerintah Kota Denpasar menciptakan keindahan dan kebersihan, serta untuk mensosialisasikan program kali bersih yang di canangkan oleh Pemerintah Kota Denpasar” ungkapnya. Kegiatan ini baru yang pertama kalinya diadakan di aliran sungai  di sepanjang art center yang memiliki panjang kurang lebih 300 meter oleh Peguyuban Bebondresan Desa Sumerta Kelod, dimana untuk kegiatan lomba mancing ini antusias peserta sangatlah tinggi. Terlihat sebanyak 1500 peserta mancing mania yang mengikuti lomba ini, terbukti dengan habis nya penjualan kupon yang diedarkan dengan harga per kuponya mencapai 50 ribu rupiah. Ditambahkannya, para peserta lomba mancing ini nantinya akan memperebutkan hadiah dengan total 3,5 juta rupiah dan hadiah utama berupa 1 buah sepeda motor, serta puluhan hadiah menarik lainya.

Lebih lanjut Nayana mengatakan, untuk memperebutkan hadiah ini nantinya dilakukan dengan tangkapan ikan lele terberat, yang mana tangkapan ikan para peserta yang telah diberi tanda dengan pita berwarna warni akan memperebutkan hadiah uang tunai. Sementara untuk hadiah 1 buah sepeda motor akan dilakukan pengundian kupon dengan menggundi para peserta yang telah mendapatkan ikan dengan pita berwarna khusus yakni pita merah putih dengan jumlah ikan sebanyak 40 ekor yang berisikan pita bertanda khusus itu, hal ini untuk menambah rasa antusias mincing mania untuk mengikuti lomba mincing ini. Dengan menebar 500 Kg ikan lele para peserta harus mengikuti peraturan lomba yang telah ditentukan panitia. Diantaranya  memasang pita pada kail, mengenakan nomber dada yang telah disiapkan panitia, dilarang menggunakan alat bantu saat menaikan ikan hasil tangkapan, serta bagi para peserta harus mendapatkan ikan dengan kail yang tercantel di mulut ikan dengan kata lain ikan harus memakan umpan dan bukan kail yang tersangkut di bagian tubuh ikan, dikarenakan kalau itu terjadi, akan di anggap tidak sah. Ditambahkannya lagi, “kami mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota Denpasar, serta para donatur, dan seponsor yang telah membantu penyelenggaraan lomba mancing Peguyuban Bebondresan Desa Sumerta Kelod ini, semoga kegiatan ini dapat ikut serta mensukseskan program kali bersih yang dicanangkan Pemerintah Kota Denpasar”, ungkapnya. AYS-MB

Baca Juga :
Panwaslu Sikapi Serius, Hilangnya Berkas BB2-KWK Paket "AS"