Foto: Kegiatan panen lele program PSI Jembrana di Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.

Jembrana (Metrobali.com)-

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Jembrana berhasil menggerakkan ekonomi kerakyatan di “Gumi Makepung” Jembrana melalui fasilitasi program budidaya lele yang pertama kali dikembangkan di Kecamatan Mendoyo.

Panen lele dari program ini menunjukkan hasil yang memuaskan, masyarakat juga sangat antusias dan berharap program ini bisa dikembangkan di seluruh Jembrana untuk meningkatkan perekonomian warga terlebih di masa pandemi yang mana perekonomian belum pulih sepenuhnya.

“Masyarakat antusias karena mereka sudah dapat profit dan hasil dari budidaya lele ini,” kata Ketua DPD PSI Kabupaten Jembrana Dewa Putu Oka Saputra, Rabu (29/6/2022).

Program budidaya lele ini diinisiasi oleh Ketua DPC PSI Kecamatan Mendoyo Dewa Komang Yasa Adi Putra. Program sinergi dengan sejumlah pengusaha yang mengusung konsep kemitraan ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan di tengah masa pandemi Covid-19 dan mendongkrak peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Untuk di awal program ini telah berjalan di Dusun Nusa Mara, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo. Sebanyak 15 ribu benih lele telah ditebar untuk dua peternak lele dan telah berhasil panen dengan hasil yang memuaskan.

“Panen sudah dilakukan bertahap dan hasilnya cukup memuaskan. Kita harapkan ke depan hasilnya lebih baik lagi. Teman-teman peternak juga sangat antusias dan meyampaikan terima kasih dengan program dari PSI ini,” kata Dewa Putu Oka Saputra.

Dengan berhasilnya program kemitraan budidaya lele di Kecamatan Mendoyo yang diinsiasi oleh PSI ini, Dewa Oka mengungkapkan secara bertahap program ini akan dikembangkan di seluruh kecamatan di Jembrana.

“Kami akan kembangkan lagi berkelanjutan di masing-masing kecamatan, semoga juga lebih berhasil lagi. Semoga ini bisa menggerakkan perekonomian di Jembrana,” ungkap Dewa Oka.

Baca Juga :
Penlok Bandara Buleleng Keluar, Karo Humas Pemprov Bali Membantah

Pihaknya juga berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana memberikan perhatian dan bantuan kepada peternak lele baik dari sisi  bibit, sarana prasana produksi, dukungan teknologi hingga permodalan.

“Selain lele perlu juga bantuan pemerintah membantu masyarakat untuk menggerakkan perekonomian seperti bantuan sapi, ayam, babi, kambing dan lainnya. Termasuk dari permodalan dengan KUR (Kredit Usaha Rakyat) agar dipermudah,” pungkas Dewa Oka.

Ketua DPC PSI Kecamatan Mendoyo Dewa Komang Yasa Adi Putra sebelumnya menjelaskan program budidaya ini lele ini dijalankan dengan konsep kemitraan yang yaling sokong, saling dukung. Pemodal tidak bisa berjalan tanpa pengepul. Pengepul lele juga tidak bisa berjalan tanpa permodalan. Otomatis ada subsidi silang. Kemudian pengepul dan pemodal ini tidak bisa jalan tanpa peternak lele.

“Untuk pakan dan bibit dari pemodal melalui pengepul. Peternak hanya memelihara saja sesuai dengan budget yang diberikan. Ini yang kita cari membantu petani agar lebih semangat dalam bekerja membudidayakan lele karena mereka punya tanggung jawab yang pasti dan hasilnya bukan main-main lagi. Mereka dalam tiga bulan sudah bisa panen,” tutur Adi Putra.

Untuk jaringan pemasaran lele ini sudah disiapkan jaringan pengepul dengan target pasar di Denpasar. Dengan demikian sudah tentu ada jaminan kepastian pasar dan harga juga bisa lebih stabil tidak dipermainkan oleh tengkulak.

“Untuk pemasaran kita punya beberapa teman yang jadi pengepul ke Denpasar, ada juga yang beberapa di Negara. Tapi kalau di Negara kapasitas pengepul tidak banyak, karena di Negara tidak banyak permintaan lele, jadi lebih lebih banyak dibawa ke Denpasar,” ungkap Adi Putra.

Tujuan dan harapan dari program ini agar masyarakat mempunyai pekerjaan, dan dari pekerjaan itu mereka bisa memenuhi ekonomi keluarga. “Ini seperti kita membangkitkan kembali ekonomi kerakyatan supaya masyarakat punya alternatif penghasilan agar masyarakat tidak bergantung di sektor lain seperti di pariwisata,” katanya.

Baca Juga :
Bencana puting beliung di Jepara akibatkan puluhan rumah rusak

Selain itu lele ini cara budidaya tergolong mudah, tidak harus diawasi 24 jam, cukup berikan pakan pada pagi, siang dan malam. “Jadi sisanya petani bisa melakukan pekerjaan yang lain seperti ke ladang atau berjualan,” sambung Adi Putra.

DPC PSI Mendoyo mengaku ke depannya akan terus mengembangkan program budidaya lele ini agar semakin banyak warga yang terbantu dan diberdayakan sehingga ekonomi kerakyatan bisa bergeliat. “Pengembangan ke depan, ingin mengajak semua komponen masyarakat yang punya air mengalir, tidak pernah putus untuk bersama-sama memelihara lele. Kita di PSI siap bantu berdayakan ekonomi mereka,” pungkas Adi Putra. (wid)