Denpasar (Metrobali.com)-

Merebaknya pandemi Corona Virus Disease (COVID) 19 di awal tahun 2020 telah memberi dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia dan dunia khususnya di bidang ekonomi, sosial dan kesehatan. Dari segi kesehatan, setiap unit pemerintahan di Indonesia hingga tingkat yang terkecil seperti banjar yang ada di Bali telah berupaya mengantisipasi merebaknya COVID-19 dengan menyosialisasikan gerakan jaga jarak (social distancing), gerakan mencuci tangan dan kewajiban dalam memakai masker saat bepergian. Disamping aspek pencegahan ini, pemahaman akan pentingnya asupan gizi yang baik untuk membangun imunitas tubuh dari infeksi COVID-19 juga tidak kalah penting dan secara umum belum mendapat porsi perhatian yang cukup. Hal ini dikarenakan masih kurangnya sosialisasi akan gizi seimbang di kalangan masyarakat dan terbatasnya informasi tentang jenis makanan yang seharusnya dikonsumsi untuk membangun kekebalan tubuh. Selain itu dampak pandemi COVID-19 pada bidang ekonomi telah secara signifikan menurunkan pendapatan warga Bali.
Beranjak dari permasalahan diatas Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa telah melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) pada kelompok ibu di Banjar Tohpati Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar. Kegiatan penyuluhan dan pendampingan ini dikoordinir oleh dosen FKIK Unwar Dr. Anak Agung Gede Indraningrat S.Si.,M.Sc pada hari Sabtu, 29 Mei 2021 yang melibatkan 2 orang dosen dan 2 orang mahasiswa dengan tetap mengikuti prokes 3M. Sebanyak lima orang perwakilan kelompok ibu di Banjar Tohpati Desa Kesiman Kertalangu terlibat dalam kegiatan ini dan juga akan berperan sebagai kader gizi sehat keluarga. Berdasarkan hasil diskusi diketahui bahwa mitra ingin memiliki pengetahuan tentang cara mengolah makanan sehat dan bisa meningkatkan imunitas tubuh. Diharapkan pula makanan yang dibuat ini bisa menjadi sumber tambahan pendapatan bagi mitra. Sebagai tindak lanjut atas permasalaha mitra, maka PKM difokuskan pada pengenalan gizi sehat melalui pembuatan panganan yoghurt dan cara pemasarannya untuk meningkatkan pendapatan mitra.
Kegiatan PKM diawali dengan pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman mitra tentang COVID-19 dan gizi seimbang. Selanjutnya diberikan pemaparan dan pemutaran video tentang COVID-19, komposisi gizi seimbang, cara menyimpan makanan yang higienis. Pada kegiatan PKM ini juga dilakukan demonstrasi pembuatan yoghurt sebagai contoh makanan bergizi yang dapat dibuat dengan mudah dan murah. Kegiatan penyuluhan dilanjutkan dengan pemaparan dari bidang ekonomi yang diberikan oleh Ida Ayu Agung Idawati S.E.,M.BA dari Fakultas Ekonomi Unwar terkait cara pemasaran yoghurt baik secara direct selling maupun melalui sosial media. Kegiatan diakhiri dengan post-test untuk mengetahui pemahaman kader setelah penyampaian materi dan secara umum tingkat pemahaman kader telah mencapai rataan diatas 90%. Kedepannya kader diminta secara aktif menyosialisasikan gerakan sadar gizi di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar Banjar Tohpati Desa Kesiman Kertalangu selama masa pandemi COVID-19.

Baca Juga :
Rai Wirajaya Roadshow Kucurkan Bantuan Sembako Hadapi Pandemi, Ibarat Setetes Air di Tengah Terik Matahari Setahun