Mangupura (Metrobali.com)-

Direktorat Bina Ketahanan Remaja, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Tim Pusat melakukan verifikasi hasil penilaian apresiasi Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Percontohan tingkat Nasional kategori “Berani” segmentasi usia 10-14 tahun, terhadap Sisya Dharma Pratyaksa, SMPN 2 Mengwi sebagai Top 3 PIK-R dan Bina Keluarga Remaja (BKR) Percontohan tingkat Nasional, Senin (25/7). Kedatangan Tim Pusat yang dipimpin Inspektur Utama BKKBN, Ari Dwikora Tono di SMPN 2 Mengwi, Kelurahan Kapal disambut Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa beserta Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Ni Luh Gede Sukardiasih, Kadisdikpora Badung I Gusti Made Dwipayana, Kadis Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Badung diwakili Sekretaris Dewa Nyoman Suarteja, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Lurah Kapal I Nyoman Sudiarta, Kepala SMPN 2 Mengwi I Nyoman Suardana serta para Guru, Pegawai dan Siswa SMPN 2 Mengwi.
Mewakili Bupati Badung, Sekda Adi Arnawa memberikan apresiasi kepada BKKBN telah melakukan monitoring, evaluasi dan verifikasi terhadap pelaksanaan PIK-R di SMPN 2 Mengwi sebagai wakil Kabupaten Badung dan Provinsi Bali di tingkat Nasional. Adi Arnawa juga berterima kasih atas kesiapan SMPN 2 Mengwi mengikuti kegiatan ini, semoga dengan kesiapan yang matang mampu menjadi terbaik Nasional. Melalui kegiatan ini diharapkan akan mampu mempersiapkan generasi yang mempunyai akhlak mulia serta berintegritas dan itu semua dilakukan mulai dari generasi berencana. “Atas nama Pemkab. Badung kami sangat mengapresiasi verifikasi PIK-R ini, semoga dapat mempersiapkan SDM berkualitas dan generasi yang berencana di masa depan,” terangnya.
Kepala SMPN 2 Mengwi I Nyoman Suardana menjelaskan, persiapan yang dilakukan dalam penilaian tingkat nasional ini, mulai dari segala administrasi tentang PIK-R, Sekretariat PIK-R sekolah menyiapkan informasi-informasi dan brosur tentang kesehatan remaja, perencanaan generasi muda serta memberikan pelatihan kepada siswa yang mengikuti ekstra PIK-R untuk nantinya sebagai perwakilan tutor sebaya. Diharapkan apa yang telah dilakukan, akan menjadikan generasi muda di masa keemasannya menjadi seorang pemimpin dengan karakter yang penuh disiplin dan mempunyai perencanaan masa depan.
Sementara, Inspektur Utama BKKBN, Ari Dwikora Tono mengatakan remaja adalah aset Bangsa. Presiden Jokowi telah mencanangkan Indonesia Emas di tahun 2045. Indonesia Emas akan tercapai, jika SDM Bangsa berkualitas. Terlebih Indonesia akan masuk bonus demografi, sehingga betul-betul mempersiapkan SDM yang berkualitas. Dijelaskan, kehidupan masa remaja sangat menentukan masa depannya. Hasil sensus penduduk 2020 menunjukkan bahwa remaja sangat besar yaitu sekitar 27,94 persen dari jumlah penduduk Indonesia yang saat ini berjumlah 270,20 juta jiwa. Melihat jumlah yang besar, para remaja perlu disiapkan untuk menjadi manusia-manusia yang sehat secara jasmani dan rohani.
Lebih lanjut, pembinaan ketahanan remaja merupakan program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja agar mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana dan menikah dengan penuh perencanaan. Remaja sasaran program adalah penduduk Indonesia, baik laki-laki maupun perempuan berusia 10-24 tahun dan belum menikah. Output yang dihasilkan, remaja generasi berencana (genre) yaitu remaja yang memiliki perencanaan dalam mempersiapkan dan melewati 5 (lima) transisi kehidupan remaja dengan mempraktekkan hidup bersih dan sehat, melanjutkan pendidikan, memulai berkarir, menjadi anggota masyarakat yang baik, serta membangun keluarga yang berkualitas. “Agar remaja mampu melewati lima transisi kehidupannya, kami harapkan mereka terhindar dari hubungan seksual sebelum menikah, tidak menikah pada usia dini dan terhindar dari penyalahgunaan napza (narkotika, alkohol, psikotropika dan zat adiktif lainnya),” jelasnya.
Ditambahkan, pembinaan ketahanan remaja dilakukan melalui dua pendekatan yaitu pendekatan teman sebaya (peer group) dan pendekatan keluarga (parenting). Pendekatan teman sebaya dilakukan melalui pendidik sebaya (peer educator) dan konselor sebaya (peer counselor) di PIK Remaja. Sedangkan pendekatan keluarga dilakukan melalui penguatan pengasuhan oleh keluarga di kelompok BKR. PIK-R merupakan bentuk layanan yang ramah remaja yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan akses informasi, pendidikan dan konseling kesehatan reproduksi dan perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja. “Kami memberikan apresiasi kepada PIK-R SMPN 2 Mengwi yang sudah melaksanakan pemberian akses informasi, pendidikan dan konseling kesehatan reproduksi, gizi serta perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja di semua segmentasi usia,” ujarnya.

Baca Juga :
Pentingnya Melibatkan Masyarakat dalam Membangun Kesiapsiagaan

Sumber : Humas Pemkab Badung