Mangupura (Metrobali.com)-

Penyandang cacat bukan berarti tidak bisa beraktifitas dan tidak bisa turut serta dalam pembangunan di Kab. Badung khususnya Bali umumnya. Kita jangan pandang sebelah mata dan mengucilkan penyandang cacat, terbukti banyak yang mampu hidup mandiri baik secara fisik dan ekonomi, banyak pula memberikan andil dalam pembangunan disegala bidang, ucap Wakil Bupati Badung Drs. I Ketut Sudikerta saat menerima Yayasan Yakkum Bali, Kamis (9/2) kemarin bertempat di Pusat Pemerintahan Mangupraja Mandala. Hadir pada kesempatan itu Direktur Yakkum Bali I Nengah Latra bersama tiga orang penyandang cacat wakil Kab. Badung, Kepala Bagian Perlengkapan dan Aset Daerah  Setda Kab. Badung I.A. Yutri Indahgustari dan Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kab. Badung yang diwakili Kabid PBS (Penyantun dan Bantuan Sosial), I Wayan Sujana.
Wakil Bupati Badung I Ketut Sudikerta menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada para penyandang cacat dan Yayasan Yakkum Bali dalam melakukan langkah-langkah sosial dan telah bekerjasama dengan Pemerintah Kab. Badung dari Tahun 2001 serta memilih Br. Aseman, Kec. Abiansemal, Kab. Badung  sebagai pusat pelayanan terhadap penyandang cacat di Kab. Badung khususnya dan Bali umumnya dimana lembaga ini telah membantu ribuan penyandang cacat yang bergerak dalam Bidang Loka Bina Karya (LBK Dinas Sosial Kab. Badung). Sampai saat ini yayasan Yakkum Bali telah berhasil melaksanakan tiga program pokok unggulan kepada penyandang cacat baik Bidang Rehabilitasi meliputi operasi/pembentukan dan pembuatan semua alat bantu gerak, Bidang Pendidikan mampu mendorong penyandang cacat untuk bisa diterima disekolah-sekolah umum dan memberikan bekal ketrampilan yang nantinya bisa meningkatkan/memperbaiki ekonomi hidupnya menuju hidup mandiri dan Bidang Pemberdayaan memfasilitasi para penyandang cacat untuk mencarikan lapangan pekerjaan sesuai bidangnya.
Wabup. Sudikerta mengharapkan Yakkum Bali jangan pernah berhenti untuk terus melaksanakan langkah-langkah/program sosial untuk membantu sesama kita yang menderita cacat fisik. Dalam pelaksanaannya pasti ada hambatan dan rintangan tapi dengan upaya-upaya sosial dan program kemanusiaan (program yang sangat mulia) ini terus dilaksanakan, dilanjutkan dan diupayakan Tuhan Yang Maha Esa / Ida Sang Hyang Widhi Wasa akan selalu memberikan rahmat, karunia dan petunjuknya. Diharapkan kepada masyarakat Badung khususnya dan Bali umumnya untuk turut bersama-sama membantu para penyandang cacat/sesama kita yang membutuhkan sebagai bentuk rasa menyama braya, saling asah, asih dan asuh. “Atas nama pribadi, masyarakat badung dan Pemerintah Kab. Badung kami siap membantu mengenai tempat/kantor yang sekarang telah mau berakhir/habis masa sewanya dan lainnya, diharapkan Pimpinan Yayasan Yakkum Bali agar melakukan langkah koordinasi dengan Pemerintah Kab. Badung/SKPD terkait. Pada prinsipnya Pemerintah Kab. Badung akan mengijinkan untuk dipakai kembali dengan cacatan tetap mengacu pada norma hukum, mekanisme dan aturan yang berlaku khususnya tentang sistem aturan pemanfaatan aset,” tegasnya.
Direktur Yayasan Yakkum Bali, I Nengah Latra menyampaikan banyak-banyak terima kasih kepada Pemerintah Kab. Badung dan masyarakat Badung atas seluruh dukungan, bantuan dan kerjasama.  Yayasan Yakkum Bali berdiri dari tahun 1999 sampai saat ini telah melayani ±1320 penyandang cacat. Yayasan ini bergerak dari untuk dan oleh penyandang cacat terbukti dari keseluruhannya 85% stafnya dari penyandang cacat. Pada akhir tahun 2010 Yayasan Yakkum Bali dari 10 Provinsi seluruh Indonesia,  telah mendapat penghargaan atas upaya meningkatkan kesejahteraan sosial penyandang cacat dengan mempekerjakan tenaga kerja penyandang cacat dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia. Tahun 2012 ini ada 400 orang penyandang cacat rehabilitasi baru akan mendapat pelayanan dan bantuan 500  alat bantu gerak berupa korsi roda, tongkat dan kaki palsu. MB1
Baca Juga :
Deputi Kepala BPKP : Ubah Mindset Aparat Birokrasi Dengan SPIP