Polres Jembrana mengamankan pemilik akun Abdilah Pulukan Bali, Jumat (12/3).

Jembrana (Metrobali.com)-

Polres Jembrana mengamankan pemilik akun Abdilah Pulukan Bali, Jumat (12/3). Pasalnya, postingannya di media sosial (medsos) terkait hari raya Nyepi diduga bersifat provokatif.

Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa, Jumat (12/3) mengatakan bahwa MJD pemilik akun “Abdilah Pulukan Bali” membantah telah membuat postingan tersebut.

“Katanya akunnya di hacker orang. Ia tadi datang ke Polsek Pekutatan sekaligus melapor” ujar Kapolres Adi Wibawa.

Untuk membuktikan bahwa akun yang bersangkutan di hacker orang, pihak Polres Jembrana telah menyerahkan MJD ke Polda Bali.

“Sudah kita kirim ke Polda Bali. Kita lihat nanti perkembangannya. Benar atau tidak akunnya di hack. Disana (Polda Bali) ada tim yang khusus menangani hal ini” jelas Kapolres.

Menindaklanjuti dugaan kasus tersebut, pihaknya bersama Kapolsek Pekutatan Kompol I Nyoman Susila langsung mengumpulkan tokoh agama, tokoh adat, Danramil, Camat Pekutatan dan pihak terkait lainnya.

Kapolres juga menghimbau agar masyarakat tidak mudah terpancing atau terprovokasi apalagi menjelang Hari Raya Nyepi.

“Biarkan hukum tetap berjalan. Kami harap masyarakat menjaga diri dan tetap tenang. Mari laksanakan Nyepi dengan tenang” harap Kapolres Adi Wibawa.

Akun Abdilah Pulukan Bali viral di media sosial (Medsis). Di akun itu tertulis “Hanya orang bodoh yang ikut serta merayakan Nyepi. saya sebagai orang taat ibadah di agama Islam menentang keras adanya hari raya nyepi. dah semoga semua umat hindu yang ada di Bali, sadar dan berhenti menyembah batu dan patung.” Dalam postingannya juga disertai poto warga sedang melasti. (Komang Tole)

Baca Juga :
Tok!!! PN Denpasar Tolak Permohonan Bank CCBI Soal Sertifikat PT GWP