Patut Dicontoh, Perkumpulan ISKCON Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Jaga Kebhinekaan Sebagai Kekayaan Indonesia

single-image

Foto: “Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Indonesia” secara online dilakukan Perkumpulan ISKCON Indonesia melalui Webinar Nasional pada Minggu, 29 Agustus 2021.

Denpasar (Metrobali.com)-

Perkumpulan ISKCON Indonesia menyelenggarakan Webinar Nasional “Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Indonesia” melalui zoom meeting pada Minggu, 29 Agustus 2021.

Kegiatan itu dihadiri lebih dari 100 peserta secara daring dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan RI  menghadirkan narasumber Wakil Ketua Komite II DPD RI dari Provinsi Lampung DR (C) H. Bustami Zainudin, S.Pd., MH, Anggota Komisi VIII DPR I Komang Koheri, SE dan Staf Ahli DPR/MPR Nyoman Sumantra.

Perkumpulan ISKCON Indonesia sebagai organisasi Hindu yang berasaskan Pancasila dan UUD 1945, merasa perlu melakukan pendalaman pemahaman nilai-nilai 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Upaya itu untuk meningkatkan semangat nasionalisme dan kebangsaan dalam mempertahankan integritas bangsa yang disatukan oleh 4 pilar kebangsaan tersebut.

Wakil Ketua Komite II DPD Bustami Zainudin membawakan “Merawat Kebhinekaan Menjaga Keindonesiaan Tanpa Diskriminasi”.

Ditegaskan, Negara ini, bukan milik kelompok manapun, juga agama, atau kelompok etnis manapun, atau kelompok dengan adat dan tradisi apa pun, tapi milik seluruh warga Negara Republik Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Bahwa keberagaman suku dan adat istiadat merupakan warisan luhur bangsa, dan merupakan bagian penting dari keberagaman dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Bhinneka Tunggal Ika bertujuan menghargai perbedaan atau keragaman namun tetap bersatu dalam ikatan sebagai bangsa Indonesia yang terdiri dari beragamnya suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Sejak awal berdirinya NKRI, kebhinnekaan merupakan kekayaan Negara Indonesia yang harus diakui, diterima, dan dihormati.

Kemajemukan sebagai anugerah juga harus dipertahankan, dipelihara, dan dikembangkan yang kemudian diwujudkan dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Baca Juga :
Bersepeda, Kapolres Gianyar Pantau Nyepi di Wilayah Gianyar

Dalam sejarah perjalanan bangsa, tidak dapat dipungkiri bahwa yang menjadi perekat dan pengikat kerukunan bangsa adalah nilai-nilai yang tumbuh, hidup, dan berkembang dalam kehidupan masyarakat.

Nilai-nilai itu telah menjadi kekuatan pendorong untuk mencapai tujuan yang dicita- citakan. Kristalisasi nilai-nilai tersebut, tidak lain adalah sila-sila yang terkandung dalam Pancasila.

Kata Bhinneka Tunggal Ika diadopsi sebagai salah satu upaya untuk memayungi keanekaragaman yang ada serta strategi untuk mempersatukan berbagai kelompok etnik yang ada dalam suatu ikatan yang berorientasi ke masa depan.

Meskipun paham “berbeda-beda tapi tetap satu” dalam kenyataannya hanya indah untuk didengar dan diucapkan, namun amat sulit untuk diwujudkan.

“Inilah yang kemudian yang menjadi tantangan kita bersama,” ungkapnya.

Untuk itu, empat pilar kebangsaan adalah tiang penyangga yang kokoh (soko guru) agar rakyat Indonesia merasa nyaman, aman, tenteram dan sejahtera serta terhindar dari berbagai macam gangguan dan bencana.

Empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara adalah kumpulan nilai-nilai luhur yang harus dipahami seluruh masyarakat.  Panduan dalam kehidupan ketatanegaraan untuk mewujudkan bangsa dan negara yang adil, makmur, sejahtera dan bermartabat.

Sementara itu, Anggota DPR RI Koheri menambahkan, bangsa Indonesia tegak berdiri karena adanya 4 pilar kebangsaan tersebut.

“Diantara 4 pilar tersebut terdapat semangat yang tidak pernah hilang menyertainya yakni semangat gotong royong yang merupakan warisan nilai adi luhung bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Oleh karena itu, semua elemen bangsa harus bersatu dalam semangat gotong royong untuk membangun, menjaga, serta memajukan bangsa Indonesia bersama-sama.

Sedangkan staf ahli DPR RI Sumantra,  menekankan bahwa untuk meresapi 4 pilar kebangsaan sebagai karakter Bangsa haruslah dibentuk dari pembangunan karakter masing-masing individu rakyat Indonesia melalui pelaksanaan revolusi mental yang mencakup pola pikir, moral, budi pekerti, dan akhlak dengan berlandaskan nilai-nilai 4 pilar kebangsaan.

Baca Juga :
Pesta Kesenian Bali XLIII Tahun 2021

Webinar berlangsung dengan tertib dan mendapatkan respon yang sangat baik dari peserta dan besar harapan bersama agar acara tersebut dapat diperbanyak sehingga dapat memupuk semangat gotong royong  dan kebangsaan untuk persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.(wid)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.