Nono Sampono 1

Jakarta (Metrobali.com)-

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI terpilih dari daerah pemilihan Maluku, Nono Sampono, memprediksi perkembangan politik di parlemen mendatang akan dinamis.

“Perkembangan politik di parlemen ke depan ini saya kira akan dinamis,” kata Nono Sampono kepada pers di Jakarta, Minggu (24/8).

Menurut Nono, suasana dinamis akan berawal dari penentuan posisi pimpinan parlemen. “Lembaga parlemen akan dinamis, dimana dalam UU tentang MPR, DPR dan DPRD yang baru, parpol pemenang pemilu belum tentu menjabat ketua,” katanya.

Hal itu, kata mantan Komandan Paspampres di era Presiden Megawati Soekarnoputri ini, akan menempatkan DPD RI menjadi kekuatan penyeimbang. “Dinamikanya akan berlangsung di parlemen. Kita harap lembaga (DPD) ini bisa berfungsi sebagaimana mestinya,” katanya.

Dia mengungkapkan telah mendiskusikan hal itu dengan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan wapres terpilih Jusuf Kalla (JK) serta ketua-ketua parpol koalisi pendukung pasangan capres-cawapres ini. “Ketiga lembaga (DPR, DPD dan presiden) harus berinteraksi sebagaimana mestinya,” katanya.

Mengenai peluang menjadi pimpinan DPD RI atau MPR, mantan Komandan Korps Marinir ini menyatakan, belum memikirkan hal itu. “Saya ini ‘kan belum masuk (parlemen),” katanya.

Nono Sampono bersama 131 anggota DPD RI seluruh Indonesia akan dilantik 1 Oktober 2014. “Bagaimana nanti, terserah teman-teman saja. Kalau teman-teman bilang saya hanya cocok menjadi anggota, ya saya siap,” katanya.

Tapi, kata dia, kalau mayoritas anggota DPD menilai cocok posisi tertentu dirinya pun akan siap. “Kalau teman-teman bilang saya cocok jadi ketua kelas ya saya pun siap. Terserah teman-teman,” katanya.

Nono Sampono, kelahiran Bangkalan, Madura, 1 Maret 1953, mengungkapkan idealisme yang menjadi landasan dalam memasuki dunia politik, yaitu negara harus kuat, rakyat harus sejahtera dan daerah harus dipacu supaya maju.

“Itu idealisme saya. ‘Action’- nya kita bangun daerah-daerah supaya mau, rakyatnya sejahtera sehingga negara akan kuat,” katanya. AN-MB 

Baca Juga :
Bali Pasar "Empuk" Narkoba, Hasil Sweeping ungkap 65 persen Pemakai