Apakah mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M. Nazaruddin yang selama ini bersembunyi sudah keluar dari sarangnya? Pertanyaan itu muncul dari sebagian orang setelah mengetahui yang bersangkutan mengirim surat kepada Ketua DPR terkait pengunduran dirinya sebagai anggota legislatif.

 

“Nyelonongnya” surat Nazaruddin itu cukup mengagetkan terutama bagi Ketua DPR Marzuki Alie. “Saya tidak tahu. Saya sudah terima di atas meja,” kata Marzuki Alie, mengomentari surat yang dikrimkan Nazaruddin kepada dirinya.

Ia menjelaskan, surat dari Nazaruddin pun sudah pula disampaikan ke Fraksi Demokrat untuk dilengkapi syarat legal formalnya, yakni dengan materai. “Saya sudah suruh Sekjen untuk menyampaikan ke Fraksi Partai Demokrat,” terangnya.

 

Akan Diperiksa

Sementara itu, penasehat KPK Abdullah Hehamahua mengatakan, Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan Chandra Hamzah akan diperiksa jika masuk dalam BAP Nazaruddin. “Kalau asal bicara siapa saja bisa, tapi kalau Nazaruddin pulang, diperiksa dan nama Chandra masuk dalam BAP pasti diperiksa,” tegasnya.

Namun kenyataannya, kata dia, keberadaan Nazaruddin sampai sekarang belum jelas sehingga mempersulit KPK mengusut kasus tersebut. “Apapun pernyataan Nazaruddin di media itu tidak bisa dijadikan alat bukti,” terangnya.

Karenanya, ia berharap Nazaruddin segera pulang dan melapor ke KPK sehingga kasus tersebut bisa diusut tuntas. Meski tidak menyebutkan perkembangan keberadaan Nazaruddin, Abdullah mengatakan penyidik KPK terus mencari keberadaan yang bersangkutan.

Kini Polri masih terus mencari keberadaan Nazaruddin yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus proyek pembangunan wisma atlet SEA Games 2011 di Palembang. Kapolri Jenderal Pol. Timur Pradopo di Jakarta, baru-baru ini mengatakan, sudah mengetahui beberapa titik berdasarkan komunikasi Nazaruddin, namun masih memerlukan proses untuk memastikan keberadaannya.

Baca Juga :
Sidang Praperadilan Jero Wacik Ditunda 20 April

Kapolri menambahkan, kerjsama dengan pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika juga dilakukan untuk melacak keberadaan Nazaruddin, selain dengan pihak Interpol yang sudah berlangsung sejak beberapa lama.

Dalam pada itu, Menkominfo Tifatul Sembiring mengatakan, secara teknis lokasi dari percakapan telepon seluler bisa dilacak. “Ya..secara teknis, orang kirim SMS sama kita, kita bisa tahu dia dari negara mana, dari dalam negeri atau luar negeri. Kalau orang main telepon begitu, dia pakai telepon seluler, ada namanya BTS yang melayani dia. Posisi itu bisa diketahui,” demikian Tifatul Sembiring. (MB-ITN).