Foto: Sosialisasi Empat Pilar MPR RI melalui pagelaran seni budaya secara daring dan luring di Anvaya Resort Kuta, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Sabtu (12/3/2022).

Badung (Metrobali.com)-

Badan Sosialisasi MPR RI kembali menggelar sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan pendekatan yang berbeda, menarik dan kreatif yakni melalui pagelaran seni budaya secara daring dan luring di Anvaya Resort Kuta, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Sabtu (12/3/2022).

Empat Pilar MPR RI yang disosialisasikan yakni Pancasila sebagai Dasar Ideologi Negara, UUD Tahun 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI melalui pagelaran seni budaya ini mengangkat tema “4 Pilar MPR RI: Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dan Kebhinekaan dalam Menjaga Harmonisasi Berbangsa dan Bernegara.” Adapun Pagelaran Seni Budaya Empat Pilar MPR RI kali ini menampilkan dua kesenian yakni Tari dengan cerita Ramayana dari Bali dan Tari Piring dari Sumatera Barat (Sumbar).

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini menghadirkan belasan narasumber Anggota MPR RI dari lintas partai dan lintas Dapil  yaitu Dr. H. Alirman Sori, S.H., M.Hum., M.M., Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra) atau yang akrab disapa Gus Adhi, H. Arteria Dahlan, ST., S.H., M.H., Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S.M.M., dr. Sofyan Tan, Moreno Suprapto, S.Sos., Nurul Arifin, S.Sos., M.Si., M. Sarmuji, S.E., M.Si., Siti Mukaromah, S.Ag., M.AP., Wily Aditya, S.Fil., M.D.M., Dr. H. Al Muzzamil Yusuf, M.Si., Hj. Aliyah Mustika, S.E., H. Muhammad Syafrudin, ST., M.M., H. Eddy Soeparno, S.H., M.H., Dr. H. Mz. Amirul Tamim, M.Si., H. Ahmad Kanedi, S.H., M.H., Tgh. Ibnu Halil, S. Ag., M.Pd.i., Habib Ali Alwi, Dr. Badikenita Br Sitepu. S.E. M.Si.

Baca Juga :
Presiden Ingatkan Pentingnya Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah

Kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini mempunyai tujuan di antaranya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika. Selanjutnya juga melakukan pemantapan kesadaran komponen bangsa memahami serta menerapkan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan terlaksananya kegiatan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan ini diharapkan dapat menjadi umpan balik bagi anggota MPR RI dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Terkait sosialisasi 4 Pilar MPR RI lewat pagelaran seni budaya ini, Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Dr. H. Alirman Sori, S.H., M.Hum., M.M., menegaskan bahwa MPR RI memiliki tanggung jawab untuk membumikan budaya Indonesia untuk terus digali kemudian diinternalisasikan.

“Melalui seni budaya ini diharapkan tentu akan membangun semangat kebangsaan, kebersamaan, gotong royong bahwa bangsa kita adalah bangsa yang besar, mempunyai keanekaragaman budaya, bahasa, dan agama. Oleh sebab itu kita harus banggakan dan kita kuatkan sehingga menjadi bangsa yang maju dan bangsa yang kukuh,” kata Alirman Sori.

Mengenai pagelaran budaya yang menampilkan Pagelaran Ramayana dan Tari Piring ini, Alirman Sori menyampaikan bahwa dalam Tari Ramayana menggambarkan bagaimana rasa kecintaan dan kasih sayang. Sedangkan Tari Piring menggambarkan kebersamaan, kesejahteraan dan pelayanan.

“Dengan adanya penampilan tari ini membuktikan bahwa bagaimana kita harus mencintai bangsa ini secara tulus dan ikhlas dalam kondisi apapun dan bisa memahami bangsa Indonesia dari segala aspek,” pungkas Anggota DPD RI ini.

Sementara itu Anggota Badan Sosialisasi MPR RI dari Bali Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra) yang akrab disapa Gus Adhi mengungkapkan kisah Ramayana adalah potret budi pekerti manusia, dan sifat-sifat kebaikan haruslah menjadi dasar pijakan berperilaku.

Baca Juga :
Isu Beras Sintetis Tingkatkan Konsumen Beras Lokal

Anggota Komisi II DPR RI ini juga menyinggung makna budaya dimana sebenarnya kata budaya berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu buddhayah. Kata buddhayah merupakan bentuk jamak dari kata buddhi yang berarti budi atau akal. Sehingga, kata buddhayah ataupun budaya dapat diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

“Jadi mempelajari, menghormati dan mencintai budaya itu dapat mempertajam budi pekerti manusia. Banyak nilai-nilai positif yang bisa kita ambil sebagai pedoman berperilaku,” ujar Anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali ini.

Anggota DPR RI dua periode ini juga menyinggung antara kemajuan teknologi dan pelestarian budaya harus dapat saling sinergi dan mendukung. “Kemajuan teknologi sah saja kita dukung tapi jangan sampai lepas dari budaya,” pesan wakil rakyat yang dikenal dengan spirit perjuangan “Amanah, Merakyat, Peduli” (AMP) dan “Kita Tidak Sedarah Tapi Kita Searah” ini.

Ia juga menegaskan pentingnya nilai-nilai Empat Pilar terus digaungkan kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia dengan berbagai pendekatan termasuk dengan pagelaran seni budaya ini.

“Kami MPR RI hadir ingin mengingatkan pentingnya Empat Pilar terus kita bumikan salah satunya lewat pentas-pentas budaya dan kesenian,” pungkas Gus Adhi yang juga Ketua Harian Depinas SOKSI dan Ketua Depidar SOKSI Provinsi Bali. (wid)