Khofifah Indar Parawansa

Jakarta (Metrobali.com)-

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, keberagaman suku, agama dan bahasa bisa menjadi perekat nasionalisme bangsa sehingga upaya mengeratkan integrasi harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Indonesia terdiri dari beragam suku, bahasa dan agama, kalau semua bisa bersatu dan tidak mempermasalahkan perbedaan itu malah akan menjadi perekat nasionalisme,” katanya di Jakarta, Senin (16/2).

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk mengeratkan integrasi bangsa perlu dilakukan secara terus- menerus.

Dia mencontohkan seperti melalui perayaan Imlek bagi etnis Tionghoa dan umat Islam dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW bisa menjadi perekat nasionalisme bangsa yang terbangun dari beragam suku, agama dan bahasa.

Salah satunya dengan menempatkan diri sebagai warga Indonesia yang beragama Islam, bukan sebagai orang Islam yang tinggal di Indonesia.

Begitup ula warga Indoensia dari etnis Tionghoa, bukan orang Tionghoa yang lahir dan berada di Indonesia.

Sebab, kalau memposisikan sebagai orang Islam dan orang Tionghoa yang tinggal di Indonesia, maka tanggung jawab nasionalismenya lemah.

“Jika orang Indonesia yang beragama Islam dan orang Indonesia dari etnis Tionghoa. Dipastikan bisa meneguhkan NKRI dan nasionalisme akan terbangun dengan kuat, ” katanya. AN-MB

Baca Juga :
Kapolda Bali Minta Petakan Keamanan Musnalub Golkar