Denpasar (Metrobali.com) 

 

Sebagian pelumas sepeda motor palsu yang beredar di pasaran terus berkembang agar identik dengan produk oli resmi, terutama dari segi kemasan dan teknologi label. Bagaimana edukasi Top1 untuk konsumen di Bali. Bahkan isu maraknya peredaran oli palsu menjadi headline berita disalah satu media nasional terkemuka.

Oli palsu kerap ditemukan beredar dengan meniru label SNI pada kemasan. Regulasi yang telah berjalan seakan tidak dapat membendung peredaran oli palsu itu.

“Menyikapi permasalahan maraknya Pelumas Palsu maka Oli TOP 1 selama ini telah melakukan beberapa antisipasi dengan memberikan edukasi kepada para mekanik di bengkel-bengkel dengan memberikan Training Produk yang tujuannya menambah pengetahuan bengkel terhadap produk TOP 1 yang juga dapat mengantisipasi bengkel dari pemilihan pelumas palsu,” kata Susilo Danar Hadi, Regional Sales Manager TOP 1 Indonesia Bagian Timur dan Timor Leste, Minggu (20/11/2022).

Selain itu, TOP 1 juga memberikan Training Standar Pelayanan Bengkel Mandiri untuk meningkatkan dan pengembangan kualitas layanan bengkel.

“Kunjungan rutin ke bengkel-bengkel rekanan secara rutin dilakukan, selain menjaga hubungan juga bisa sambil melakukan kunjungan pasar dan memastikan bengkel rekanan mendapatkan produk berkualitas yang berasal dari Distributor resmi Oli TOP 1.

“Kami juga memberikan program reward untuk mekanik terkait penghancuran kemasan setelah oli dituang, sehingga mengurangi resiko pemakaian kemasan kembali,” terang Danar.

Bahkan, pihaknya juga kerap melakukan Gathering dengan bengkel2 rekanan dalam periodik waktu tertentu, sehingga kondisi pasar dapat terpantau berdasarkan informasi yang didapat dari bengkel mitra TOP 1. (hd)