Denpasar (Metrobali.com)-

Kecerdikan anjing Kintamani terlihat  ketika digelar Kontes Anjing Sehat 2011 di Kawasan Matahari Terbit Sanur Denpasar. Dewan juri akhirnya menetapkan Kintamani Dog Club (KDC) keluar sebagai juara umum dan berhak atas piala bergilir Walikota. Saat pembukaan Ketua Perkin Bali didampingi Kadis Disnakkanlut Ambara disaksikan Ketua TP PKK Nyonya Selly Mantra, Nyonya Antari Jaya Negara, Nyonya Iswara dan Sekda Kota Rai Iswara berkesempatan menghadiahi Walikota seekor bibit anjing ras Kintamani, Minggu (20/11).    

Menurut Ambara Putra Kadis Disnakkanlut, melalui kontes anjing sehat 2011 Pemerintah Kota Denpasar ingin mengangkat potensi anjing ras Kintamani yang merupakan kekayaan plasma nuftah di Bali. Dijelaskan pula kenapa kontes anjing sehat digelar berbarengan dengan pekan flori flora Nasional 2011 (PF2N) hal ini dimaksudkan untuk lebih memperkenalkan anjing Kintamani kepada para peserta PF2N yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Bahwa anjing Kintamani sebagai salah satu anjing ras dan kekayaan plasma nuftah asli dari Bali ternyata memiliki banyak keunggulan. Ini dibuktikan dari bebeberapa nomor yang dilombakan seperti; kesehatan, anatomi, rintangan, kepatuhan, kecerdikan dan lain-lain ras Kintamani punya keunggulan. Kenyataan ini tentu akan menjadi angin segar bagi masa depan anjing ras Kintamani yang sudah diakui menjadi bagian trah  anjing didunia. Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Walikota Rai Mantra yang  menyaksikan langsung jalannya lomba meminta agar tahun depan event ini kembali digelar, terang Ambara.

Sementara Ketua Perkin Bali Edy Lembono ketika dimintai komentarnya mengatakan, kontes anjing sehat yang baru pertama kali digelar diikuti oleh 300 ekor anjing berasal dari berbagai jenis seperti; mini pincher, doberman, rottweiler, german sherpherd, great dane, kintamani, golden dan lain-lain terbagi dalam beberapa katagori antara lain baby (3-6 bln), puppy A (6-9 bln), puppy B (9-12 bln), junior (9-18 bln), intermediate (15-24 bln), open (15 bln keatas), working (khusus rottweiller), champion (15 bln keatas), veteran (8 tahun keatas). Disamping menilai anatomi/fisik seperti kebersihan gigi, mulut, kuku dan rambut panitia juga menilai hal-hal lain seperti; ketangkasan, kecerdikan, kemampuan lewati rintangan, cara berjalan/berlari, fushion dan lain-lain. Sebelum mengikuti lomba peserta juga diwajibkan memenuhi beberapa persyaratan seperti yang diutarakan Gst. Ayu Ngr. Raini salah seorang panitia bahwa peserta yang ikut kontes harus melampirkan fotocopy vaksin dan silsilah (stambun) sedangkan untuk ikut fushion, ketangkasan dan lomba makan harus melampirkan  fotocopy buku vaksin.  Disamping itu untuk anjing betina tidak diperbolehkan ikut kontes apabila dalam keadaan haid. Panitia kontes juga menyelenggarakan vaksinasi rabies gratis hal ini bertujuan agar Denpasar bebas dari penyakit rabies sesuai tema yang diusung yaitu ”Melalui Lomba Anjing Sehat Kita Menuju Denpasar Bebas Rabies”. (Sdn.Hms.Dps.).       

 

Baca Juga :
Fraksi Gerindra Jembrana Tolak RUU Larangan Minuman Beralkohol