Foto: Ketua DPD PSI Kabupaten Buleleng, Komang Subrata Jaya.

Buleleng (Metrobali.com)-

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Buleleng, Komang Subrata Jaya berharap Penjabat (Pj) Bupati Buleleng yang akan memimpin Buleleng selama dua tahun ke depan benar-benar bekerja untuk rakyat Buleleng.

Diharapkan Penjabat (Pj) Bupati Buleleng tidak ditunggangi kepentingan politik partai politik (parpol) tertentu ataupun kandidat Bupati Buleleng jelang Pilkada Buleleng November 2024 mendatang. Dengan kata lain, Penjabat (Pj) Bupati Buleleng diharapkan bukanlah “boneka” parpol tertentu atau calon bupati yang akan tarung.

“Harapan kami semoga kepemimpinan Penjabat (Pj) Bupati Buleleng bisa netral, tidak ditunggangi kepentingan politik atau kepentingan seseorang kandidat. Itu menjadi catatan kami ke depan bahwa Pj ini apakah benar-benar netral, atau titipan seseorang, jangan sampai sekadar pemimpin boneka,” kata Komang Subrata Jaya saat dihubungi, Kamis (25/8/2022).

“Kalau Pj ini titipan dan masih yang mengoperasikan pemerintahan pemimpin lama, ya kacau. Kalau semua dikendalikan kan sama dengan,” sambung Komang Subrata Jaya yang akrab disapa Bro Brata ini.

Seperti diketahui masa jabatan kepempimpinan Putu Agus Suradnyana selaku Bupati Buleleng dan Nyoman Sutjidra selaku Wakil Bupati Buleleng akan segera berakhir pada 27 Agustus 2022 mendatang. Kursi Bupati dan Wakil Bupati Buleleng pun segera diisi oleh Penjabat Bupati (Pj) sampai Pilkada 2024 mendatang.

Penjabat (Pj) Bupati Buleleng akan diisi oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah ( BKD Bali) Provinsi Bali, Ketut Lihadnyana. Pelantikan Lihadnyana sebagai Penjabat Bupati (Pj) Buleleng direncanakan akan berlangsung di Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, pada Sabtu 27 Agustus 2022 mendatang.

Diharapkan Lihadnyana sebagai Penjabat (Pj) Bupati Buleleng bisa benar-benar bekerja untuk rakyat, pro rakyat dan bisa melanjutkan program-program bupati sebelumnya.  “Pj ini kan hanya melaksanakan apa yang sudah dilakukan Bupati sebelumnya. Tapi tetap harus tetap ada kontrol dari DPRD Buleleng, pengawasananya harus betul-betul terutama soal budgeting, program prioritas harus tepat sasaran. Sebelumnya seperti ada yang tidak tepat sasaran, terkesan ada like dan dislike. Jadi Pj harus benar-benar netral dan pro rakyat,” harap Bro Brata.

Diharapkan Pj Bupati Buleleng bebas dari titipan kepentingan parpol tertentu dan tidak ditunggangi kepentingan politik jelang Pilkada Buleleneg 2024. “Pj akan memimpin dua tahun lebih sampai ada pemimpin baru hasil Pilkada November 2024. Ini waktu yang cukup lama. Kalau parpol tidak main curang dengan tidak menunggangi Pj sekarang tentu pertarungan akan riil,” pungkas Bro Brata. (wid)

Baca Juga :
KPK Panggil Mantan Bupati Bekasi Neneng Hassanah Saksi Kasus Meikarta