Foto: Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali Made Mudarta menyampaikan dukacita mendalam atas berpulangnya Mantan Bupati Karangasem periode 2000-2005, I Gede Sumantara Ady Prenatha yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Karangasem.

Denpasar (Metrobali.com)-

Mantan Bupati Karangasem periode 2000-2005, I Gede Sumantara Ady Prenatha yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Karangasem meninggal dunia di RSUP Sanglah Denpasar, Sabtu (12/3) pukul 22.45 Wita.

Atas berpulangnya pimpinan Demokrat di Karangasem ini, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali Made Mudarta mengungkapkan segenap keluarga besar Demokrat di Bali turut berdukacita dan merasa kehilangan.

“Segenap keluarga besar Demokrat Bali merasa kehilangan dan sangat terpukul dengan berpulangnya tokoh Demokrat Bali Timur,” kata Mudarta ditemui di Denpasar Selasa (15/3/2022) seraya menyampaikan ucapan duka cita mendalam dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Mengenal sosok Sumantara, Mudarta menyebut kader senior Partai Demokrat ini merupakan sosok panutan dan guru politik di internal Partai Demokrat. “Beliau banyak memberikan pelajaran yang sangat berharga bagaimana proses berdemokorasi, berorganisasi partai politik dengan matang,” ujar Mudarta.

Mudarta mengungkapkan pelajaran-pelajaran politik yang telah diberikan kepada kader tidak hanya di Demokrat Karangasem tapi juga pengurus di Provinsi Bali tentu ini akan dijalankan misalnya menyangkut bagaimana strategi di lapangan, pemenangan pemilu dan seterusnya.

“Itu semua menjadi ilmu yang diwariskan oleh beliau yang wajib dilanjutkan karena itu adalah sangat penting dalam rangka konsolidasi internal Partai Demokrat,” ungkap politisi Demokrat asal Jembrana ini.

Made Mudarta

Terkait upacara pengabenan almarhum Sumantara, Mudarta mejelaskan upacara ngaben akan dilangsungkan pada tanggal 22 Maret 2022 mendatang. Diharapkan upacara dapat berjalan lancar dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Baca Juga :
Alumni STIKOM Bali Lulus CPNS Nasional

“Kita berharap beliau tenang di alam sana, diterima di sisi Tuhan sesuai dengan dharma bhaktinya sementara keluarga agar diberikan kekuatan lahir batin. Apa yang menjadi program dan visi beliau semasih hidup agar dilanjutkan oleh keluarganya,” harap Mudarta.

Almarhum Gede Sumantara

Almarhum Sumantara sebelumnya dirawat di RS Sanglah akibat menderita komplikasi penyakit asam urat dan penurunan fungsi ginjal. Sumantara meninggal dunia di RSUP Sanglah Denpasar, Sabtu (12/3) pukul 22.45 Wita.

Jenazah almarhum tiba di rumah duka di Lingkungan Juuk Manis, Kelurahan/Kecamatan Karangasem, Minggu (13/3) pukul 13.00 Wita. Semasa hidup Sumantara juga menjadi pamangku pangayah di Pura Dalem Desa Adat Datah, Kecamatan Abang, Karangasem. (dan)