Kasus COVID-19 RI bertambah 850 orang, penambahan terbanyak di DKI

single-image

 

 

Jakarta, (Metrobali.com)

Kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia mengalami penambahan 850 orang dengan DKI Jakarta melaporkan penambahan terbanyak yaitu 554 kasus baru, menurut data Satgas Penanganan COVID-19 diterima di Jakarta, Jumat.

Terjadi juga penambahan pasien yang telah pulih dari COVID-19 sebanyak 353 orang dan delapan orang meninggal dunia, menurut data yang dihimpun dari Kementerian Kesehatan itu.

Dengan penambahan tersebut, maka akumulasi kasus COVID-19 di Tanah Air sejak pasien pertama terkonfirmasi pada 2020 adalah 4.269.740 orang. Dari jumlah tersebut 4.117.700 orang telah dinyatakan sembuh dan 144.163 orang meninggal dunia.

Adanya pasien baru menjadikan saat ini terdapat 7.877 kasus aktif atau individu yang menjalani isolasi dan perawatan setelah terkonfirmasi positif COVID-19. Jumlah itu memperlihatkan penambahan 489 orang dibandingkan Kamis (13/1).

Pelaporan kasus baru didapat setelah hari ini dilakukan pengujian terhadap 280.563 spesimen dari 198.375 orang di jejaring laboratorium seluruh Indonesia. Total telah dilakukan pengujian terhadap 66.895.574 spesimen dari 45.155.645 orang sejak Maret 2020.

Tingkat positif atau positivity rate nasional untuk kategori spesimen harian adalah 0,53 persen dan 0,43 persen untuk kategori orang harian.

Provinsi yang melaporkan keberadaan kasus baru terbesar hari ini adalah DKI Jakarta dengan 554 kasus baru, Jawa Barat 104 kasus baru, Banten 88 kasus baru, Jawa Timur 21 kasus baru dan Jawa Tengah yang memiliki 10 kasus baru.

Sementara laporan kematian akibat COVID-19 terjadi di Jawa Barat dan Banten dengan masing-masing dua kematian serta DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah serta Nusa Tenggara Timur yang melaporkan masing-masing satu kematian.

Kemenkes sendiri melaporkan bahwa Indonesia kini mencatat 572 kasus COVID-19 dengan varian Omicron atau bertambah 66 kasus.

Baca Juga :
The Best dating site for open relationships

Dalam keterangan di situs Kemenkes per Jumat (14/1), Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi menyebut tidak ada perbedaan karakteristik gejala pasien perjalanan luar negeri dan pasien transmisi lokal.

Sebagian besar gejalanya ringan dan tanpa gejala dengan yang paling banyak dialami pasien adalah batuk, pilek dan demam.

Sumber : Antara

 

 

Bagikan :
style="display:inline-block;width:728px;height:90px" data-ad-client="ca-pub-1781044259527275" data-ad-slot="9355733890">

Leave a Comment

Your email address will not be published.

style="display:inline-block;width:728px;height:90px" data-ad-client="ca-pub-1781044259527275" data-ad-slot="9355733890">
style="display:inline-block;width:728px;height:90px" data-ad-client="ca-pub-1781044259527275" data-ad-slot="9355733890">