Foto: Event Kartini Go Surf (Kartini Berselancar Memakai Kebaya) melibatkan kolaborasi dan sinergi multi stakeholder siap digelar di Pantai Kuta, Badung, Jumat 16 April 2021.

Denpasar (Metrobali)-

Event Kartini Go Surf (Kartini Berselancar Memakai Kebaya) siap digelar di Pantai Kuta, Badung, Jumat 16 April 2021. Kegiatan ini serangkaian memperingati Hari Kartini 21 April 2021 dengan cara yang berbeda, unik dan menarik.

Program ini diinisiasi Magic Wave (Surf Community Newspaper), Barakuda (Barisan Anak Kolong Udayana) bersinergi dengan Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Provinsi Bali  dan DPD Perempuan Indonesia Maju (PIM) Provinsi Bali, dan Bali I Miss U (BIMU), Yayasan Corti, Peradi Bali dan stakeholder lainnya.

“Kartini Go Surf, Kartini Berselancar Memakai Kebaya melibatkan kolaborasi sinergi full multi stakeholder,” kata Ketua Panitia Kartini Go Surf Dr. A.A.A. Tini Rusmini Gorda S.H., M.M., M.H., Minggu (11/4/2021).

Tini Gorda mengungkapkan Event Kartini Go Surf untuk memperingati hari lahir Kartini sebagai sosok perempuan inspiratif yang mulai membuka kesempatan bagi perempuan untuk berani ke ruang publik.

“Kami ingin mengucapkan terimakasih melalui giat Kartini Go Surf ini. Karena tantangan perempuan dalam membuka pintu untuk ke publik sangat berat. Berselancar ini jadi representasi tentang perempuan harus berani bersama ombak dengan penuh strategi agar bisa menari indah,” papar Tini Gorda yang juga Ketua Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Provinsi Bali.

Tini Gorda yang juga Ketua DPD Perempuan Indonesia Maju (PIM) Provinsi Bali, menambahkan Event Kartini Go Surf ini juga untuk memberikan pernyataan kepada dunia bahwa Bali siap untuk pariwisata bergerak lagi setelah setahun lebih diam untuk merenungkan kembali strategi yang lebih berbudaya.

“Kartini berselancar memakai kebaya ingin mensosialisasikan bahwa berkebaya itu tidak membuat kita terhalang untuk beraktivitas apapun. Kebaya warisan leluhur wajib untuk menjadi keseharian kita lagi untuk lebih berbudaya. Dan kami sedang memperjuangkan dan mendorong Hari Berkebaya Nasional,” ungkap Tini Gorda yang juga Kepala Pusat Studi Undiknas dan Ketua DPD Perempuan Pemimpin Indonesia (PPI) Provinsi Bali ini.

Baca Juga :
KPK segera periksa Wali kota Tegal nonaktif

Pelaksanaan Event Kartini Go Surf ini mengusung spirit kolaborasi, sinergi untuk energi dengan melibatkan berbagai stakeholder. “Kami ingin buktikan kerja sinergi dan kolaborasi pang pade payu semua akan lebih mudah dan tujuan tercapai lebih maksimal,” tegas Tini Gorda.

“Kami ingin berselancar dari Bali di Bali lebih berbudaya melalui Kartini Go Surf dengan Berkebaya,” pungkas tokoh perempuan yang juga Direktur Eksekutif GTS Institute Bali, Ketua Koperasi Perempuan Ramah Keluarga (KPRK) Provinsi Bali dan Ketua IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) Provinsi Bali ini.

Pemrakarsa Bali I Miss U (BIMU) Odie Agus Shodikin, mengungkapkan pihaknya mendukung penuh Event Kartini Go Surf (KGS) ini. “Dukungan BIMU terhadap Event KGS akan menjadi dukungan tahunan, tidak hanya untuk pemulihan tapi juga mendukung karena keunikan berkebaya dalam berselancar, dan akan dibawa ke nasional dan internasional” terang Odie.

Bali I Miss U (BIMU) digagas oleh Perempuan Indonesia Maju, Prakarsa Nusantara, dan Pertiwi Indonesia.

Visi dari BIMU adalah membantu pemerintah untuk membangkitkan kembali pariwisata Bali. Misi dari BIMU adalah mendatangkan “sejuta” wisatawan ke Bali

“Sejuta yang kami maksud tentunya sebanyak-banyaknya, agar pariwisata di Bali dapat kembali bergerak,” ungkap Odie yang juga dari Prakarsa Nusantara ini.

Untuk mencapai Misi tersebut BIMU siap berkolaborasi dengan berbagai event di Bali. “Salah satunya adalah Kartini Go Surf ini yang di-organized oleh Perempuan Indonesia Maju,” ujar Odie.

Kartini Go Surf (KGS) ini adalah program tahunan yang saat pandemi Covid-19 tidak bisa terlaksana. Diselenggarakannya KGS ini juga dalam menyambut momentum bulan Juli ini yang rencananya pariwisata Bali akan dibuka.

“Dengan harapan KGS mampu menjawab bahwa Bali Aman untuk dikunjungi, dan berselancar dengan berkebaya yang unik ini menjadikan Bali semakin unik dan berbudaya,” pungkas Odie. (wid)

Baca Juga :
Pengamat : "Reshuffle" itu Tergantung Kebutuhan Presiden