Jembrana (Metrobali.com)-
Mendorong  masuknya  investasi di Kabupaten Jembrana  yang lebih besar lagi, Pemkab Jembrana melakukan revisi Perda tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Jembrana.
Untuk mempercepat revisi RTRW Jembrana tersebut, Bupati Jembrana I Nengah Tamba bersama tim teknis terkait melaksanakan konsultasi dan pemahasan bersama jajaran Direktorat Jenderal Tata Ruang di Gedung Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN RI Jakarta, Rabu (29/6/2022).
Diterima oleh Direktur Pembinaan Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah I, Reny Windyawati, Bupati Tamba mengatakan kabupaten Jembrana berbeda dengan kabupaten lain di Bali yang sudah jauh bergerak cepat dengan sektor pariwisatanya.
“Kami saat ini sangat bersyukur dengan ada rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Jembrana sampai Denpasar. Ini adalah bentuk keseimbangan pembangunan antara Bali Selatan dengan Bali Barat. Seiring kabar baik itu, kami di Jembrana telah mengusung tagline karpet merah bagi  investasi di Kabupaten Jembrana,” ucapnya.
Lanjut Bupati Tamba, pada saat revisi tata ruang provinsi Bali perda 16 tahun 2009, perda tata ruang Jembrana belum direvisi juga. Ditambahnya, begitu ia masuk menjabat sebagai Bupati Jembrana, pihaknya melihat  sangat sempit sekali wilayah-wilayah industri yang bisa manfaatkan ruangnya, maka dari perlu untuk revisi kembali tata ruang di Jembrana.
“Jadi, kita sangat menggantungkan sekali dari sisi pendapatan dengan adanya industri-industri yang tidak beresiko tinggi masuk kekabupaten Jembrana, disamping pariwisata juga akan dikembangkan dibeberapa zona-zona yang telah ditentukan dalam perencanaan tata ruang di Jembrana. Kita juga sudah petakan dimana zona-zona yang bisa kita kembangkan dan dimana zona yang menjadi wilayah provinsi dan zona wilayah nasional yang tidak bisa kita ganggu, itu sudah jelas semuanya,” ujarnya.
Terakhir, dengan akan dilaksanakannya groundbreaking jalan tol dibulan September ini, Bupati asal desa Kaliakah tersebut berharap perda RTRW Jembrana segera rampung, melihat peluang investasi yang masuk ke Jembrana sangat banyak.
“Jadi jangan sampai dengan tagline Jembrana karpet merah bagi investasi, kita tidak memiliki tata ruang yang proper untuk itu. Untuk LSD Jembrana juga sudah clear. Untuk diketahui, saat ini PAD Jembrana menjadi yang terendah di Bali, dengan banyaknya peluang investasi yang masuk, kita optimis PAD Jembrana kedepan bisa ditingkatkan,” harapnya.
Sementara itu, Direktur Pembinaan Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah I Reny Windyawati menyambut baik pembahasan dan diskusi terkait revisi RTRW kabupaten Jembrana, apalagi dalam kesempatan ini Bupati hadir langsung bersama tim terkait.
“Baik, kita akan segara tindak lanjuti hal ini, secara teknis kita segera diskusikan dengan tim terkait dari Jembrana terkait kelengkapan ataupun kesesuai terhadap RTRW Kabupaten Jembrana. Dengan diberikan target oleh Pak Bupati, kita ingin team di Jembrana juga kuat dan solid, bersama-sama berkerja keras untuk dapat menyelesaikannya tepat waktu,” pungkasnya
Turut mendampingi Bupati pada kesempatan itu, Asisten II I Gusti Ngurah Sumber Wijaya,  Kepala Dinas PUPRPP  I Wayan Sudiarta.
Pewarta : Humas Pemkab Jembrana