Denpasar (Metrobali.com)-

Wakil Ketua MPR RI, Lukman Hakim Saifuddin menegaskan jika Indonesia merupakan negara hukum, bukan negara koboi. Pernyataan keras itu ia sampaikan saat menanggapi maraknya kepemilikan senjata api (senpi) oleh kalangan sipil.
“Yang harus diingat (Indonesia) ini negara hukum, bukan negara koboi. Masyarakat sipil, siapapun itu, tak bisa main kekerasan. Memiliki senpi itu kan berarti dekat dengan kekerasan,” kata Lukman, usai membuka seminar “Tinjauan Terhadap Pemilu Kepala Daerah Secara Langsung Dalam Rangka Penguatan Sistem Demokrasi dan Otonomi Daerah yang digelar atas kerja sama MPR RI dan Universitas Warmadewa, di Hotel Sanur Paradise, Denpasar, Selasa 8 Mei 2012.
Lukman menegaskan jika semua masyarakat sipil dalam kondisi apapun tak diperkenankan memiliki senpi. Jika pun harus memiliki, maka harus dengan persyaratan ketat seperti mampu mengendalikan emosi. “Yang boleh memegang senjata api itu hanya TNI dan Polri. Untuk kalangan warga sipil, saya tak melihat ada urgensi kepemilikan senpi,” katanya.
Menurut Lukman, jika warga merasa terancam atas situasi dan kondisi tertentu, tak menjadi alasan ia berhak memiliki senpi. “Jika dia merasa terancam sekalipun, tetap saja warga sipil tak bisa menggunakan kekerasan. Hanya TNI dan Polri yang berhak melakukan kekerasan,” tegas Lukman.
Lukman mengakui jika anggota DPR RI ada yang memiliki senpi. Lukman mengimbay kepada koleganya untuk berinisiatif mengembalikan senpi tersebut kepada aparat berwenang. “Ada beberapa yang saya dengar memiliki senpi. Harus ada proaktif dari DPR untuk mengembalikan,” imbau Lukman.
Aksi “koboi” yang mempertontonkan senpi belakangan ini marak. Belum lama ini, Polda Metro Jaya menetapkan pengusaha Iswahyudi Azhari sebagai tersangka. Dia dituduh melakukan perbuatan tidak menyenangkan karena mengancam Bobby Doputty, pegawai restoran Cork&Screw, di Plaza Indonesia dengan senjata api pada 19 April 2012.
Sebelumnya heboh video berjudul “Koboi Palmerah” beredar di Youtube dan menjadi perbincangan ramai di dunia maya. Dalam video itu terlihat pengendara mobil Avanza hitam pekat dengan pelat nomor dinas TNI AD mengintimidasi pengendara motor yang menyerempetnya. BOB-MB

Baca Juga :
Pravasi Bharatiya Divas, Lohri, Makar Sankranti and Pongal dirayakan di Bali