Jembrana (Metrobali com)-

Ketua Badan Narkotika Nadional.(BNN) Kabupaten Jembrana I Made Kembang Hartawan mengajak generasi muda sebagai generasi penerus bangsa untuk menjauhi narkoba.

Ajakan tersebut disampaikan Kembang saat menjadi nara sumber kegiatan sosialisasi bahaya narkoba dan HIV/AIDS serangkaian HUT PDIP ke-47. Kegiatan tersebut dilaksanakan DPC PDIP Kabupaten Jembrana di gedung Mendopo Kesari, Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Sabtu (7/3)

“Jauhi narkoba. Jangan sekali-kali mencoba, karena narkoba bisa membuat hidup tidak berguna. Dan ingat narkoba adalah musuh Negara” ujar Kembang.

Selain mengajak untuk menjauhi narkoba, dalam paparannya, Kembang yang juga Ketua DPC PDIP menyampaikan jenis-jenis narkoba yang harus dijauhi.

Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan dua faktor yang bisa mempengaruhi hingga membuat kecanduan barang haram tersebut, yakni suka menyendiri karena merasa diri lemah dan lingkungan. Untuk itu, agar menjadi kuat, generasi muda harus bisa melakukan aktivitas dan berprilaku positif serta menjauhi lingkungan yang berbau negatif.

Kembang juga memaparkan tiga musuh yang menjadikan Negara Indonesia tidak bisa maju bahkan menjadi hancur. Ketiga musuh itu adalah Narkoba, Radikalisme dan Korupsi.

Lebih jauh ditemui seusai menjadi nara sumber, Kembang mengatakan peran PDIP tidak hanya masalah kepartaian, namun juga memiliki tanggungjawab moral terhadap generasi muda sehingga kedepannya betul-betul menjadi generasi yang kuat dan yang bisa diandalkan.

Dengan jumlah penduduk sekitar 260 juta lebih dimana di tahun 2020 diprediksi 70 persen itu adalah generasi muda maka PDIP memiliki tugas untuk menjaganya. Sehingga kedepannya generasi muda betul-betul menjadi harapan bangsa.

“Jadi, hari ini kita melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba. Kenapa narkoba, karena musuh besar kita. Bahkan Pak Presiden mengatakan darurat narkoba” ungkap Kembang.

Baca Juga :
Promosikan Seni dan Budaya, Bupati Suwirta Buka Pameran Keris

Karena sambungnya, narkoba jauh lebih berbahaya dari korupsi maupun radikalisme. Bahkan dibalik itu ada upaya besar menghancurkan generasi muda dengan membuatnya tidak berdaya dan menjadi generasi konsumtif.

“Kita adalah negara kuat. Jadi tigas kita (PDIP) menjadikan generasi kita menjadi kuat, produktif dan berproduksi serta mampu bersaing. Bukan menjadi generasi konsumen. Kita tidak ingin, maka itu anak muda harus berproduktif tapi tanpa narkoba” ujarnya.

Terhadap stigma negatif terhadap pengguna narkoba maupun penderita HIV/AIDS kata Kembang merupakan salah satu tugas dan upaya edukasi PDIP. Terhadap masyarakat dan ini sudah dilakukan. Sehingga mereka mendapat ruang dan tempat serta hidup yang layak.

“Untuk kesana kita sudah melakukan langkah kongkrit dengan menggerakan sektor ekonomi, tapi ekonomi yang putih, jangan abu-abu atau hitam seperti lokalisasi dan yang pasti harus tanpa narkoba” terang Kembang.

Sementara materi terkait bahaya HIV/AIDS akan disampaikan oleh Ketua LSM Jalak Bali Jembrana yang bergerak di bidang sosialisasi dan pendampingan orang dengan HIV/AIDS, I Made Suarnayasa.

Tidak hanya itu, dalam gelaran sosialisasi bahaya Narkoba dan HIV/AIDS juga diisi testimoni dari mantan penyalahgunaan napza (narkotika, psikotropika dan zat adiktif). Kegiatan serangkaian HUT PDP ke 47 juga diramaikan dengan penampilkan Band Made Gimbal. (Komang Tole)