Hujan Deras, Banjir Kepung Denpasar

Metro Bali
single-image
banjirFoto : Banjir di jalan kartika plaza ( by Sugik Pande)

Denpasar, (Metrobali.com) –

Hujan deras yang mengguyur Bali sejak pagi tadi membuat banjir mengepung Kota Denpasar. Pantauan di lapangan, sejumlah lokasi tergenang banjir dan membuat kemacetan parah. Banjir di antaranya terjadi di Jalan Gatot Subroto, Jalan Teuku Umar, Jalan Pulau Kawe, Jalan Plawa, Jalan Kecubung, Jalan Tukad Batanghari, Jalan Waturenggong, Jalan Bypass Ngurah Rai, Jalan Nangka dan sejumlah ruas jalan lainnya.

Tak hanya di Kota Denpasar, banjir juga melanda sejumlah daerah di Kabupaten Badung. Di antaranya di Jalan Sunset Road Kuta, Jalan Sunset Road Seminyak dan Bypass Nusa Dua. Banjir membuat sejumlah jalan tergenang air setinggi lutut orang dewasa. Hingga kini, hujan deras masih melanda dan terjadi hampir merata di Pulau Dewata.

Kepala Pusat Pengendali Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Provinsi Bali, I Gede Jaya Serataberana menuturkan, kondisi paling parah terjadi di Perumahan Kertawinangun dan Perumahan Bumi Ayu Sanur. “Di Perumahan Kertawinangun, tinggi air saat ini sudah sepinggang orang dewasa. Di perumahan ini baru pertama kali terjadi. Sementara di Perumahan Bumi Ayu Sanur, tinggi air sepaha orang dewasa,” jelas Seratabrana saat dihubungi, Rabu 3 Februari 2016.

Banjir parah juga terjadi di wilayah Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan terutama di Jalan Tukad Pekerisan. Di sini, kata Seratabrana, ketinggian banjir mencapai paha orang dewasa. Saat ini, ia melanjutkan, petugas dari BPBD Provinsi dan Kota Denpasar dikerahkan untuk turun ke lapangan memantau kondisi Kota Denpasar dan sekitarnya. “Sekarang seluruh tim sedang berada di lapangan untuk memantau situasi dan kondisi. Beberapa titik yang yang parah sudah ditangani,” tegas dia.

Baca Juga :
Pasca Hari Raya Volume Sampah Bertambah 75 Persen

Menurut dia, tingginya curah hujan yang mengguyur merupakan penyebab terjadinya banjir di sejumlah wilayah. Pembuangan air yang tak begitu bagus dan sampah yang menggenang juga turut menjadi penyebab banjir tak dapat dihindarkan. “Kita optimistis bisa tangani semuanya,” tutup dia. JAK-MB

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.