jagung

Gorontalo (Metrobali.com)-

Para petani jagung di Provinsi Gorontalo sejak beberapa hari terakhir mulai dapat mengatasi persoalan keuangan yang dihadapi, menyusul naiknya harga komoditas tersebut di sejumlah wilayah itu.

Lahmudin Ali salah seorang ketua kelompok petani jagung di Kabupaten Gorontalo, Minggu (15/2), mengatakan, sejak Desember 2014 hingga awal Februari 2015, harga jagung di pasaran Gorontalo dan sekitarnya mengalami penurunan.

Namun sejak memasuki pertengahan Februari 2015, harga komoditas tersebut mulai membaik dan menjanjikan bagi petani, sebab bisa mendapat keuntungan setelah dikurangi dengan biaya tanam dan panen.

“Harga yang dipatok oleh pedagang yang berasal dari luar daerah Gorontalo mulai mengalami kenaikan, jika dibandingkan dengan beberapa bulan lalu,” kata Lahmudin.

Dia menjelaskan, jika sebelumnnya harga jagung di pasaran berkisar Rp3.200 hingga Rp3.300 per kg dengan kadar air 16 persen, sekarang sudah naik menjadi Rp3.700 hingga Rp3.800/kg dengan kadar air yang sama.

Karim Ishak salah seorang karyawan dari perusahaan pengumpul jagung di Gorontalo mengatakan, saat ini harga komoditas tersebut dari pengusaha di Kota Manado, Sulawesi Utara, mengalami kenaikan, jika dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya.

Dia menjelaskan, biasanya pengusaha pengumpul jagung asal Gorontalo melakukan pengiriman ke Pulau Jawa bahkan ke laur negeri, namun karena harga di Manado sangat menjanjikan maka melayani permintaan untuk wilayah tetangga tersebut.

“Ada beberapa pengusaha pengumpul jagung asal Gorontalo, saat ini masih melayani permintaan dari Manado,” Kata karim, namun tidak memerinci secara jelas berapa harga pengambilan di Manado.

Menurut dia, saat ini sejumlah wilayah di Gorontalo baru selesai melaksanakan panen dan kemungkinan masih mengolah aeal perkebunan untuk ditanami kembali, jadi dapat dipastikan harga jagung akan terus mengalami kenaikan.

Baca Juga :
Pemkab Gianyar Bareng Kejari Tingkatkan Pemahaman OPD Tentang Hukum

“Karena petani baru selesai panen dan saat ini sedang mengolah lahan untuk ditanami kembali, maka stok untuk Gorontalo mulai berkurang,” kata Karim. AN-MB