Mangupura (Metrobali.com)-

Bupati Badung A.A. Gde Agung, SH merasa kagum atas semangat gotong royong yang ditunjukan krama Desa Adat Sulangai, Petang yang telah melaksanakan karya Pitra Yadnya Ngaben dan Nyekah Massal serta Manusa Yadnya Mepandes dan Metelubulanan. “Kami Pemkab Badung sangat mendukung karya yang dilaksanakan krama Desa Adat Sulangai. Ini menunjukkan semangat gotong-royong dan rasa saling asah asih asuh salunglung sabayantaka diantara krama tetap terbangun dengan baik,” kata Bupati saat menghadiri karya tersebut, Selasa (6/9) kemarin.

Bupati Gde Agung juga mengharapkan dalam melaksanakan sebuah yadnya harus didasari oleh hati yang tulus iklas dan rela berkorban, sehingga melalui upacara ini, para sawa yang diaben maupun disekah mendapat tempat yang layak disisi tuhan sesuai dengan amal baktinya semasa hidup. Bupati juga mengharapkan krama Desa Adat tetap melaksanakan ajaran tri hita karana dalam keseharian baik itu dengan memelihara parahyangan, menjalin hubungan yang harmonis dengan sesama krama serta menjaga kelestarian lingkungan yang ada. Pada kesempatan tersebut Bupati Gde Agung yang didampingi Camat Petang I Gst. Ngr Gede Jaya Saputra medana punia sebesar Rp. 25 juta.

Sementara itu Bendesa Adat Sulangai I Nyoman Ada mengatakan, karya ngeben dan nyekah diikuti 53 sawa terdiri dari 31 sawa dan 22 ngelungah/sawe rare dimana sawa rare tidak ikut upacara nyekah. Sementara metetah diikuti 13 orang dan metelubulanan 35 orang. “Biaya yang dihabiskan untuk karya ini mencapai Rp. 250 juta yang bersumber dari urunan krama pemilik sawa dan swadaya masyarakat,” katanya seraya menambahkan Desa Adat Sulangai terdiri dari 4 banjar yakni Br. Sulangai, Br. Wanasari, Br. Wanakeling dan Br. Abing dengan jumlah krama 600 kk. Mengenai dudonan upacara pada (6/9) dilaksanakan ngayeh pitra, nyiraman layon dan pengaskaran, sedangkan Rabu (7/9) dilaksanakan puncak karya pengabenan, nyekah, metatah dan metelubulanan.

Baca Juga :
Vakum 60 Tahun, Tradisi Lempar Lumpur Usai Nyepi Dibangkitkan Lagi