Foto: Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali, Gde Sumarjaya Linggih yang akrab disapa Demer menggelar Seminar “Meningkatkan Kemampuan UMKM Berkembang” di Balai Banjar Pasekan Belodan, Kabupaten Tabanan, pada Selasa 21 Februari 2023.

Tabanan (Metrobali.com)-

Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali, Gde Sumarjaya Linggih yang akrab disapa Demer terus berupaya meningkatkan daya saing UMKM dan membawa UMKM naik kelas. Kali ini upaya itu dilakukan dengan menggelar Seminar “Meningkatkan Kemampuan UMKM Berkembang” di Balai Banjar Pasekan Belodan, Kabupaten Tabanan, pada Selasa 21 Februari 2023.

Acara turut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk institusi holding ultra mikro seperti BRI, Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani atau PNM. Sedangkan untuk mendorong UMKM Go Digital, Demer menggandeng platform digital marketing dan e-commerce seperti Shopee.

Turut hadir pula pengusaha muda yang juga tokoh milenial Bali dan Bakal Calon DPD RI Dapil Bali Agung Bagus Arsadana Linggih yang akrab disapa Arsa Linggih yang memberikan motivasi, membangkitan semangat kewirausahaan anak-anak muda dan berbagi tips bisnis kepada para pelaku UMKM maupun anak-anak muda yang hadir.

Acara seminar ini digelar untuk mendorong dan membangkitkan kreativitas serta inovasi para pelaku UMKM, terutama dalam hal pemanfaatan teknologi.  Demer yang juga Anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali ini mengatakan kreativitas dan teknologi sangat berhubungan erat, karena keduanya saling mengisi.

Wakil rakyat yang sudah empat periode mengabdi mempejuangkan kepentingan rakyat Bali di DPR RI ini,  berharap kehadiran teknologi tersebut bisa dapat menyalurkan kreativitas dari inovasi para pelaku UMKM, khususnya di Bali inovasi sehingga mereka bisa dikenal di seluruh Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Teknologi baru tersebut nantinya bisa melahirkan UMKM-UMKM baru di Indonesia, khususnya di Bali.

“Sehingga UMKM ini ke depan bisa menjadi kekuatan-kekuatan ekonomi Bali dan juga menjadi tulang punggung perekonomian nasional,” ujar Demer yang juga seorang pengusaha dan mantan Ketua Umum Kadin Bali ini.

Karena keunggulan dari masyarakat Bali adalah memiliki kreativitas serta rajin melakukan inovasi. Demer mengaku bangga dengan Bali, sehingga dengan adanya platform teknologi tersebut dirinya yakin UMKM di Bali bisa menjadi yang tertinggi di Indonesia.

Melalui seminar ini, Demer berharap nantinya akan timbul pelaku-pelaku baru dalam dunia bisnis, sehingga kesejahteraan keluarga bisa terjamin, minimal mereka bisa menambah penghasilan keluarga.

“Hadirnya teknologi membuat para pelaku usaha bisa bekerja dari rumah dan serta bisa mendapat akses permodalan tanpa agunan,” tegas politisi Golkar asal Desa Tajun, Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali ini.

Di sisi lain pemerintah juga terus membantu UMKM termasuk dalam urusan permodalan karena salah satu kendala terbesar UMKM adalah akses permodalan selain juga soal pemasaran. Untuk itulah Demer gencar memfasilitasi dan memberikan informasi mengenai berbagai program akses permodalan.

Sementara di BUMN sendiri telah membentuk Holding Ultra mikro merupakan sinergi BRI sebagai induk bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk mewujudkan layanan keuangan yang lengkap, terintegrasi, dan memenuhi kebutuhan pelaku usaha khsususnya UMKM, salah satunya melalui sentra layanan ultra mikro atau senyum.

Di sisi lain kehadiran Undang-Undang Cipta Kerja juga menjadi angin segar bagi UMKM, karena memberikan kemudahan berusaha dan menyederhanakan perizinan sehingga UMKM bisa terus bertumbuh dan semakin kuat. Ada OSS (Online Single Submission) yang mempermudah pengurusan izin berusaha agar usaha UMKM menjadi legal atau perusahaan mereka menjadi terdaftar, sehingga mampu untuk mereka melakukan perdagangan dengan internasional maupun dalam negeri, karena mereka mempunyai identitas dari usaha mereka.

Sementara itu Perwakilan BRI, Ariffadhana mengatakan, UMKM merupakan pelaku usaha, pelaku penggerak ekonomi nasional. Dalam kesempatan tersebut Ia mendorong para pelaku usaha untuk mampu menangkap setiap peluang dan memanfaatkan kesempatan di lapangan, tanpa harus melihat produk yang dipasarkan.

Ariffadhana juga meyakinkan para pelaku bisnis untuk tidak takut menambah modal untuk meningkatkan kapasitas produksi. Menurutnya pinjaman yang baik adalah pinjaman yang bisa mendukung usaha berkembang. (wid)