Gubernur Bali Turun Langsung ke Lokasi Bencana: Serahkan Bantuan pada Korban Bencana di Buleleng

single-image

Singaraja (Metrobali.com)-

Pasca bencana alam yang menimpa beberapa wilayah di Kabupaten Buleleng, Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, bersama beberapa pimpinan SKPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali melakukan peninjauan dan menyerahkan bantuan di lokasi bencana, pada Selasa (20/3). Peninjauan pertama menyasar Desa Sudaji di Kecamatan Sawan, yang pada tanggal 16 Maret sebelumnya, Pemerintah Provinsi Bali telah menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji, sembako dan pakaian sekolah.

Lokasi bencana akibat banjir bandang ini cukup memprihatinkan, dimana sebagian desa masih tampak tertutup lumpur dan batu-batu besar. Jembatan permanen yang menjadi sarana umum masyarakat juga terputus akibat besarnya air dan banyaknya material yang dibawa oleh banjir bandang.

Gubernur juga sempat meninjau Pura Subak Ganda Meru yang lokasinya tidak terlalu jauh dari jembatan yang hanyut. Tidak jauh berbeda, kondisi pura juga tampak hancur, dimana pelataran pura masih tertimbun lumpur, termasuk di utamaning mandala juga masih tampak batang-batang pohon besar yang rubuh dan menimpa tembok pura.

Menanggapi kondisi ini, Gubernur menyampaikan rasa keprihatinannya. “Kita sangat prihatin terhadap kondisi dan musibah yang menimpa saudara-saudara kita. Tanggap darurat sudah berjalan baik, walaupun tetap harus kita tingkatkan. Komunikasi dalam tanggap darurat menjadi penting, setidaknya mampu mengurangi atau bahkan meniadakan korban jiwa dan benda, melalui peringatan-peringatan dini bencana”, kata Gubernur.

Lebih lanjut Gubernur Bali menyampaikan bahwa rehabilitasi dan rekonstruksi tentu akan dilakukan tetapi tidak serta merta saat ini, karena semua perlu proses perencanaan yang matang serta koordinasi dan tindakan terpadu dari semua sektor, baik pusat, provinsi maupun Kabupaten.
Setelah Desa Sudaji, selanjutnya Gubernur beserta rombongan menuju Pura Segara Desa Kubutambahan, guna menyerahkan bantuan terhadap korban banjir rob (akibat air laut pasang). Di lokasi ini diserahkan bantuan berupa sembako. Selanjutnya rombongan menuju Desa Sambirenteng, guna menyerahkan bantuan terhadap keluarga korban meninggal akibat tertimpa pohon.

Baca Juga :
Bale Absen Bela Real Madrid Untuk Laga Piala Spanyol

Korban Gede Ardika, adalah anak dari pasangan Gede Dastra dan Ni Nengah Raka. Seperti banyak diberitakan, korban meninggal akibat tertimpa pohon rubuh saat hujan dan angin kencang melanda wilayah Bali pada umumnya beberapa hari terakhir ini. Kepada keluarga korban, Gubernur Bali menyerahkan santunan dan bantuan sebesar Rp. 10.000.000. GAB-MB

Bagikan :
1 Comment
  1. Satwika 10 years ago
    Reply

    Suatu bencana alam memang sulit utk dicegah, tetapi dapat dikurangi dampak dan akibatnya, baik berupa korban jowa ataupun kerugian harta benda. Utk itu harus ada deteksi dini dan peringatan dini, sehingga masy dpt bersiap lbh awal dan lbh waspada. Jika bencana sdh terjadi, maka langlkah berikutnya adalah tindakan tanggap darurat yang akurat dan segera utk menyelamatkan nyawa manusia dan menolong korban. Pemerintah rarus segera meersiapkam langkah langkah rehabilitasi dan rekonstruksi untuk memulihkan kondisi masy.

Leave a Comment

Your email address will not be published.