Jakarta, (Metrobali.com)-

Gempa bumi dengan magnitudo 4,8 melanda wilayah Bengkulu Utara, Kamis (8/10) malam, namun tidak berpotensi tsunami.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam laman resminya yang dipantau ANTARA, Jumat dini hari, mencatat gempa yang terjadi pukul 23.47 WIB itu berjarak 64 km barat laut Bengkulu Utara pada kedalaman 41 km.

Titik koordinat gempa berada pada 3.36 LS – 101.62 BT dengan pusat gempa berada di laut.

Gempa bumi kerap terjadi di Indonesia karena negara kepulauan terbesar di dunia ini terletak di jalur Cincin Api Pasifik.

BMKG mencatat setidaknya terjadi 11.573 kali aktivitas gempa bumi di Indonesia dalam berbagai magnitudo dan kedalaman selama 2019.

Aceh termasuk wilayah Indonesia yang rawan gempa. Bahkan, provinsi itu pernah dilanda gempa dahsyat dengan magnitudo 9,0 pada 26 Desember 2004.

Gempa 2004 yang berpusat di Samudera Hindia pada kedalaman sekitar 10 km dan terjadi sekitar 149 kilometer sebelah barat Meulaboh itu diikuti dengan gelombang tsunami setinggi sekitar 20 meter.

Bencana dahsyat yang menewaskan lebih dari 200 ribu orang ini tidak hanya menyisakan duka bagi rakyat Aceh namun juga bagi banyak warga masyarakat di negara-negara seperti Thailand, India, dan Sri Lanka.  (Antara)