Ganggu Akses Masyarakat Linmas Kelurahan Penatih Tertibkan Penjual Daging Ayam di Atas Trotoar

Metro Bali
single-image

Pada Selasa (14/7) malam Linmas Kelurahan Penatih serta jajaran lingkungan/banjar setempat menertibkan pedagang daging ayam dan ikan yang berjualan di trotoar seputaran Jl. Padma, dan Jl. Trenggana, Kelurahan Penatih.

Denpasar (Metrobali.com)-

Sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat, digencarkan seluruh instansi masyarakat guna memutus penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Denpasar.

Seperti Kelurahan Penatih menggiatkan sejumlah langkah antisipasi penyebaran Covid-19 di wilayahnya. Pada Selasa (14/7) malam Linmas Kelurahan Penatih serta jajaran lingkungan/banjar setempat menertibkan pedagang daging ayam dan ikan yang berjualan di trotoar seputaran Jl. Padma, dan Jl. Trenggana, Kelurahan Penatih.

Lurah Penatih, Wayan Astawa saat dikonfirmasi, mengatakan penertiban yang dilakukan oleh pihaknya ini, menyasar pedagang yang dengan sengaja menggunakan trotoar untuk berjualan serta mengganggu akses lalu lintas pengguna jalan.

“Dari hasil penertiban ini didapati 4 pedagang yang berjualan diatas trotoar  melanggar ketertiban umum. Pemilik dagangan tersebut sudah diinstruksikan untuk langsung mengangkut barang dagangannya kembali dan langsung membersihkan lokasi serta diberi peringatan serta sepakat untuk tidak berjualan lagi dilokasi yang sama ataupun kawasan yang dilarang untuk berjualan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku dan di arahkan agar jika berjualan daging memanfaatkan pasar-pasar desa yang ada agar kesehatan daging dan kebersihan daging bisa diawasi,” kata Astawa

“Kami berharap, bahwa keberlangsungan kegiatan ekonomi masyarakat bisa tetap berlangsung produktif, namun diimbau tetap memperhatikan protokol kesehatan dan keamanan berniaga serta mematuhi ketentuan peraturan mengenai ketertiban umum di Kota Denpasar. Jangan sampai mencari rejeki dengan melanggar aturan dengan merugikan masyarakat yang lainnya,” pungkasnya.

 

Sumber : Humas Pemkot Denpasar

 

Bagikan :
Baca Juga :
Upah pekerja di Bali kecil, tanggung beban besar untuk kegiatan adat

Leave a Comment

Your email address will not be published.