Mangupura (Metrobali.com) –

Diluar dugaan, Ternyata banyak potensi talenta dan model yang masih terpendam di Bali. Hal tersebut terlihat dari cara Lenggak-lenggok peragawati dan peragawan cilik yang mengikuti acara “HOLLYWOOD Red Carpet – Models Audition for Bintang’s 15th Birthday Celebration” yang berlangsung di Beachwalk Shopping Center, Minggu (22/05/2022).

“Banyak dari peserta audisi yang hadir dari kalangan pemula yang memang membutuhkan sentuhan tangan guru-guru model profesional yang bisa membimbing mereka di dalam menekuni bidang modeling dan fashion” tutur Lenny Hartono, Juri dari M2B Production.

Menurutnya, Tidak dipungkiri, untuk menjadi model profesional terutama model dewasa, harus memiliki fisik yang bisa dikatakan sempurna. Fisik tersebut dilihat dari tinggi badan, wajah, postur tubuh, serta berat badan. Untuk masalah tinggi badan, model 170-172 untuk perempuan dan 180-183 untuk pria.

“Tidak perlu wajah rupawan, namun seorang model sebaiknya harus memiliki karakter yang kuat dan ‘attitude’ kepribadian serta mental yang kuat serta memiliki penjiwaan yang mendalam (chemistry) terhadap busana yang dikenakan,” ujar Lenny Hartono yang telah sukses menampilkan karya-karya apiknya di Jakarta Fashion Week 2022 bulan April lalu.

Ada beberapa kategori usia A (4-8 tahun), B (9-13 tahun), C (14-18 tahun) yang diperlombakan pada event HOLLYWOOD Red Carpet Models yang digelar di Beachwalk 2, Oasis Stage malam itu. Dengan acuan Dresscode Casual Black or White.

“Kami merasa tertantang untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada sebanyak mungkin anak-anak dan remaja di Bali yang berminat dan berbakat di dunia modeling, untuk bisa mengasah mentalnya di setiap panggung lomba dan sekaligus memberikan pembinaan terhadap talenta-talenta model yang berkeinginan serius di dalam bidang catwalk ini,” tutur Lenny.

Baca Juga :
Pastika Minta Rakernas I PHRI Hasilkan Program Kerja Nyata Dalam Upaya Pembenahan Pariwisata

Pemilik akun Instagram @lennyhartono yang juga founder @stars.model.look ini memang dikenal sebagai salah seorang pegiat fesyen paling atraktif dengan kesibukannya mengembangkan kreasi busana daur ulang dari limbah plastik (bubble wrap) serta menjadi nakhoda aktivitas salah satu model manajemen di Bali.

“Saya ingin berkontribusi terhadap majunya perkembangan dunia mode di Bali,” tuturnya.

Dirinya mengingatkan bahwa peran keluarga dan orang tua haruslah mendukung potensi minat dan bakat calon model tersebut agar antara pendidikan dan karir bisa berjalan beriringan. (hd)