Emiliana Sri Wahjuni Latih Ibu-Ibu Bercocok Tanam: Dapatkan Pangan Sehat, Ekonomi Kuat

Metro Bali
single-image

Foto: Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar Emiliana Sri Wahjuni dari PSI saat memberdayakan ibu-ibu dengan pelatihan bercocok tanam.

Denpasar (Metrobali.com)-

Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar Emiliana Sri Wahjuni terus memotivasi dan menginspirasi para ibu-ibu agar tetap kreatif dan produktif di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang masih berkepanjangan dan belum pasti kapan berakhirnya.

Srikandi DPRD Kota Denpasar dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini sebelumnya gencar mengkampanyekan agar ibu-ibu bercocok tanam dengan memanfaatkan lahan pekarangan di rumah sebagai upaya menjaga ketahanan pangan keluarga.

Kali ini Emiliana Sri Wahjuni langsung mengajak sejumlah ibu-ibu belajar, dan praktik langsung bagaimana bercocok tanam dengan memanfaatkan alat-alat sederhana dan mudah didapat di rumah.

Pelatihan bercocok tanam digelar di Jungle Play Bali, Jimbaran, Sabtu (4/7/2020). Dalam kesempatan ini para ibu-ibu juga mengajak anak-anak tercinta untuk dapat kesempatan bermain di alam terbuka namun tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Para ibu-ibu ini dilatih langsung oleh owner Jungle Play Bali Dona Kusuma yang telah sukses mempraktikkan bercocok tanam di pekarangan/lahan sempit baik dengan pola konvensional maupun dengan instalasi hidroponik sederhana.

“Saya ingin ibu-ibu ini tetap produktif dan kreatif di tengah pandemi dan mampu berkontribusi menjaga ketahanan pangan keluarga hingga kota,” kata Emiliana Sri Wahjuni.

Para ibu-ibu ini juga sangat antusias belajar bercocok tanam karena kegiatan ini dianggap memang bermanfaat serta jika digeluti dengan serius akan sangat membantu ketahanan pangan dan perekonomian keluarga.

Sebab jika mampu menanam sendiri sayuran seperti bayam, terong, kangkung, sawi hingga bumbu dapur seperti cabai, maka hal ini bisa membantu mengurangi beban pengeluaran kebutuhan dapur. Ini juga mengurangi aktivitas belanja sayuran/kebutuhan dapur ke pasar sehingga mengurangi potensi terpapar Covid-19.

Baca Juga :
Ini Jurus Jitu Polda Bali Berantas "Street Crime"

Selain itu, dengan menanam sayuran/bahan pangan sendiri, tentunya hasilnya lebih sehat, segar dan bisa langsung dipetik lalu dimasak. “Ibu-ibu juga nanti bisa mengedukasi anak-anaknya untuk belajar¬† cinta bercocok tanam. Jadi keluarga jadi lebih kreatif,” kata Emiliana Sri Wahjuni.

Anggota DPRD Kota Denpasar Dapil Denpasar Selatan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini mengajak para ibu-ibu ini mampu menularkan semangat bercocok tanam dengan memanfaatkan lahan pekarangan di rumah kepada ibu-ibu lainnya sehingga bisa juga mendapatkan bahan pangan sehat sekaligus menguatkan perekonomian keluarga.

“Kita tidak tahu kapan pandemi ini berakhir dan kita harus bertahan dengan pangan sehat.¬† Jadi keluarga kuat secara pangan, kuat juga secara ekonomi,” tegas ibu dari dua orang putri ini.

Dalam kesempatan ini owner Jungle Play Bali Dona Kusuma berbagi kisah suksesnya mempraktikkan bercocok tanam di pekarangan/lahan sempit baik dengan pola konvensional maupun dengan instalasi hidroponik sederhana.

Ia pun langsung mengajak ibu-ibu praktik bercocok tanam berbagai jenis sayuran mulai dari menyemai bibit dengan berbagai media tanam baik cocopit (sabut kelapa parut) hingga rockwool.

Kemudian bagaimana memindahkannya ke media tanam baik polibag, tanah di pekarangan, maupun dengan instalasi hidroponik sederhana.

“Point pentingnya bercocok tanam di rumah tidak susah, harus telaten dan jangan telat siram,” pesan Dona Kusuma. (dan)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.