db

Denpasar (Metrobali.com)-

Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Denpasar, Bali, melakukan upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan sosialisasi dan Pemberantasan Sarang nyamuk (PSN) di wilayahnya tersebut.

“Upaya sosialisasi dan tindak lanjut pencegahan DBD dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan pertemuan kepada kepala desa, camat, puskesmas di seluruh wilayah kota Denpasar,” kata Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr IB Gd Eka Putra, di Denpasar, Kamis (23/10).

Dengan melakukan kegiatan rutin sosialisasi, pihaknya mengedukasi masyarakat dan Jumantik (Juru Pemantau Jentik) untuk melakukan pemetaan jentik secara berkala ke rumah-rumah. Jika ditemukan jentik, langsung dilakukan pemberantaan sarang nyamuk.

Tujuan pertemuan dengan aparat desa dan petugas setempat untuk mengidentifikasi permasalahan, dan menentukan tindak lanjutnya dari upaya pencegahan DBD itu.

“Menjelang pergantian tahun, penyakit DBD akan mewabah dan harus diwaspadai,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya akan melakukan pengawasan atau “surveilans” terkait kasus DBD secara terus menerus dengan membasmi telur dan sarang nyamuk.

“Untuk itu perlu adanya kewaspadaan secara dini untuk mencegah terjadinga Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit DBD,” ujarnya.

Apabila ditemukan kasus DBD, masyarakat harus segera melapor agar dapat dilakukan fogging fokus untuk menekan kasus tersebut dan tidak meluas.

Untuk itu, hal terpenting yang harus dilakukan untuk menekan perkembangan nyamuk dengan pengendalian fektor itu.

“Pengendalian fektor ini dapat dilakukan pada fase telur, larva atau jentik, pupa maupun nyamuk dewasa,” katanya. AN-MB 

Baca Juga :
Pemkab Tabanan Membuka Konsultasi Publik RKPD Kabupaten Tabanan Tahun 2023 Secara Resmi