Jembrana (Metrobali.com)-
Seluruh anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) di Kabupaten Jembrana menjalani rapit test.
Saking banyaknya karena mencapai ribuan orang, rapid test terhadap anggota KPPS dan Linmas dilakukan secara bertahap.
“Untuk teknis kita serahkan ke teman-teman di PPK” ujar Made Widiastra dari Divisi Parmas dan SDM KPU Jembrana, Senin (9/11).
Karena kata Widiastra, teman-teman PPK yang juga berkoordinasi langsung dengan puskesmas di masing-masing kecamatan di Jembrana. Proses rapid test dilakukan secara bertahap mulai hari Minggu (8/11) sampai tanggal 21 November 2020 mendatang.
Disebutnya anggota KPPS di Jembrana berjumlah 4.480 orang karena setiap TPS beranggotakan 7 orang. Sedangkan jumlah anggota Linmas mencapai 1.280  orang karena setiap TPS terdapat 2 orang anggota Linmas.
“Kalau TPS, semuanya ada 640 TPS” imbuh Widastra.
Tujuan dari dialksanakannya rapid test terhadap anggota KPPS dan Linmas menurutnya guna menjamin tidak ada anggota, baik KPPS maupun Linmas yang terpapar Covid-19.
Selain itu, supaya tidak ada keragu-raguan dari warga untuk datang ke TPS pada saat pencoblosan tanggal 9 Desember mendatang.
Jika pun ada yang reaktif sambungnya, tidak serta merta yang reaktif itu langsung diganti. Namun akan mengikuti rapid test kembali. “Jika dua kali reaktif, baru diganti. Karena untuk mencari KPPS agak sulit” ujarnya.
Di hari kedua dilakukan rapid test ditemukan tiga orang dengan hasil reaktif. Ketiga orang tersebut bertugas di Kecamatan Negara yakni dua orang anggota Linmas dan satu orang anggota KPPS.
“Rapid test itu intinya untuk memastikan bahwa anggota KPPS dan Linmas bebas dari Covid-19” pungkasnya. (Komang Tole).