Foto: Pengurus KONI Bali Bidang Hubungan Luar Negeri dan Sport Tourism, I Dewa Putu Susila mengapresiasi dan mendukung Bali United go public.

Denpasar (Metrobali.com)-

Pengurus KONI Bali Bidang Hubungan Luar Negeri dan Sport Tourism, I Dewa Putu Susila mengapresiasi dan mendukung langkah manajemen Bali United untuk go public atau melantai di bursa saham.

“Kami sangat apresiasi Bali United go public. Bali United bisa jadi trend setter untuk klub dan industri sepak bola tanah air,” kata Dewa Susila saat ditemui di Istana Taman Jepun, Denpasar, Senin (6/5/2019).

Menurut Dewa Susila, hal ini juga cukup membanggakan sebab Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) Bali United ini menjadikan klub yang dijuluki “Serdadu Tridatu” ini sebagai klub sepak bola pertama di Asia Tenggara yang go public. Termasuk juga yang kedua di Asia setelah klub sepak bola dari Tiongkok.

“Kami harapkan setelah go public,  prestasi Bali United agar semakin maju, tidak hanya di kancah sepak bola tanah tapi juga harus mampu bersaing di level Asia,” harap Dewa Susila yang juga Sekretaris Umum Pergatsi (Persatuan Olahraga Gateball Seluruh Indonesia) Provinsi Bali itu.

Mampu Dukung Sport Tourism

Langkah Bali United go public juga diharapkan jadi momentum untuk membangkitkan dan memajukan sepak bola di Bali. Terlebih sebagai destinasi pariwisata internasional tentu Bali akan semakin dikenal jika punya klub sepak bola profesional yang bisa juga go internasional.

“Kalau sepak bola di Bali maju didukung dengan fasilitas kelas internasional seperti stadion dan ada klub profesional seperti Bali United yang juga bisa berprestasi di kancah internasional, maka ini akan sangat positif bagi perkembangan sport tourism di Bali,” kata Dewa Susila yang memang dikenal getol menyuarakan pengembangan sport tourism di Pulau Dewata.

Baca Juga :
Pemkab Badung Ngaturang Bhakti Penganyar, Serangkaian Karya Pujawali Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur

Hal ini dibuktikan setiap Bali United berlaga di kandang yakni di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, tribun penonton selalu dihiasi dengan wajah-wajah penonton dari mancanegara yang dengan antusias menyaksikan Bali United berlaga sambil mereka menikmati liburan di Bali.

“Bali United sudah dapat perhatian pecinta sepak bola dan wisatawan mancanegara. Ini modal kuat Bali untuk semakin mengembangkan sport tourism yang ibaratnya merupakan the sleeping giant atau raksasa tidur bagi pariwisata Bali,” imbuh Dewa Susila yang juga Ketua Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) Cabang Bali itu.

Harapan besar pun dititipkan Desa Susila dari Bali untuk Jokowi yang diyakini terpilih kembali pada kontestasi Pilpres (Pemilu Presiden) 17 April 2019 ini. Yakni bagaimana membangkitkan “The Sleeping Giant of Tourism of Bali” (Raksasa Tidur Pariwisata Bali) yakni sport tourism (pariwisata olahraga) ini.

“Kami harapkan Presiden Jokowi membantu Bali membangun fasilitas olahraga berstandar internasional untuk membangkitkan the sleeping giant sport tourism ini,” tandas Dewa Susila yang juga sukses mendorong adanya kerja sama luar negeri antara KONI Bali dan Dewan Olahraga Provinsi Jeju, Korea Selatan dalam meningkatkan prestasi altet Bali.

IPO Bali United Rp 155 hingga Rp175 per Lembar Saham

Seperti diberitakan sebelumnya, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (”Perseroan”), perusahaan yang memiliki dan mengelola klub sepakbola profesional Liga 1 Indonesia ”Bali United”, siap untuk melepas sebanyak-banyaknya 2 miliar Iembar saham atau 33, 33% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor setelah Penawaran Umum Perdana Saham (IPO).

Kisaran harga penawaran pada IPO ini antara Rp155 hingga Rp175 per saham. Rencana Perseroan tersebut juga menandai pertama kalinya sebuah klub sepak bola go public di Asia Tenggara.

Baca Juga :
Muhammadiyah Desak PBB Bentuk Kesepakatan Kerukunan Internasional

Demikian terungkap dalam keterangan pers Bali United Go Publik di Bali United Cafe, Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (26/4/2019).

Perseroan telah menunjuk PT Buana Capital Sekuritas (terafiliasi) dan PT Kresna Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek dalam IPO ini.

Perseroan berencana untuk menggunakan sekitar 19,1% dari hasil IPO untuk belanja modal (capital expenditure), sekitar 20,4% untuk memperkuat struktur permodalan kepada Entitas Anak, dan 60,5% akan digunakan sebagai modal kerja Perseroan.

Ajak Publik Bangga Miliki Bali United

Sehubungan dengan rencana go public tersebut CEO Bali United Yabes Tanuri mengakui tidak terasa sudah 4 tahun berlalu, dimana pihaknya bersama-sama merasakan banyaknya peristiwa di dunia sepak bola tanah air. Dari diberhentikannya liga sampai terjadinya Bali United Cup, kompetisi dan liga.

“Bersama-sama kita mengawal pertandingan, dan bersama-sama kita juga merasakan jatuh bangunnya Bali United. Kita semua sangat bangga dengan perkembangan Bali United sampai saat ini,” katanya.

“Selama ini kami selalu ditanyakan agar lebih transparan sehingga semuanya bisa menjadi lebih dekat. Oleh karena itu kami merencanakan Bali United untuk go public,” imbuhnya.

Dengan go public, maka semua bisa menjadi pemegang saham Bali United. “Kita bisa menjadi sebuah keluarga yang saling memiliki. Kita bangga mengawal, bangga bisa bersama, dan juga bangga bisa memiliki,” tandasnya. (wid)