lomba desa kesiman petilan 1

Denpasar (Metrobali.com)–

Penilaian dalam suatu lomba Desa tidak hanya sekedar mencari juara semata tetapi merupakan ajang evaluasi terhadap kreativitas, inovasi, aparat desa dan seluruh komponen masyarakatnya dalam proses memberikan pelayanan public. Desa Kesiman Petilan yang dipimpin oleh Kepala Desa I Wayan Mariana telah melakukan upaya yang bersinergi antara Pemerintah Desa, pengusaha dan masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakatnya yang berjumlah 7716 jiwa yang merupakan penduduk Kesiman Petilan yang memiliki luas wilayah 290 Ha. Salah satu upayanya adalah membuat Counter pelayanan public yang bertujuan mempermudah dan mempercepat akses mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan, disamping berbagai inovasi dan kreatifitas yang mendorong terciptanya kesejahteraan masyarakat Kesiman Petilan dengan kreativitas dan inovasi yang terbukti telah mampu menurunkan angka KK miskin di desa Kesiman Petilan dari 111 KK pada tahun2013 menjadi 58 KK pada tahun 2014, demikian dikungkapkan Kepala Desa Kesiman Petilan I Wayan Mariana. Penilaian Desa ini dihadiri langsung Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra di dampingi Ketua DPRD Kota Denpasar I Gst Ngurah Gede, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Kerti Iswara, Camat Denpasar Timur Dewa Puspawan dan tokoh masyarakat setempat, Selasa (31/3) di Kantor Kepala Desa Kesiman Petilan.

Rai Mantra mengapresiasi seluruh upaya Pemerintah Desa Kesiman Petilan beserta segenap komponen masyarakatnya dalam mengembangkan, menggali kreativitas dan inovasi yang di dasari oleh semangat Sewaka Dharma yang saat ini telah menjadi filosofi segenap aparat Pemerintah Kota Denpasar dalam melaksanakan tugas sebagai abdi masyarakat dan abdi Negara. Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan sepirit Sewaka Dharma harus terus melandasi setiap aparat Pemerintah Kota Denpasar dalam melayani masyarakat guna menciptakan masyarakat Kota Denpasar yang sejahtera dan berbahagia. Dalam melaksanakan konsep Sewaka Dharma terkandung didalamnya pelayanan yang sepenuh hati namun tetap menghadirkan prinsip ke hati-hatian, kebaikan dan kebenaran guna memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Denpasar. Untuk dapat melaksanakan filosofi Sewaka Dharma kita dituntut untuk melakukan perubahan paradigm Pemerintahan yang sesua dengan perkembangan zaman dan teknologi tanpa kehilangan sosial budaya dalam berinteraksi serta melaksanakan tugas sesuai dengan swadarma masing-masing. Kita harus berbangga bahwa filosofi Sewaka dharma yang berarti melayani adalah kewajiban telah dilirik dan dijadikan acuan serta menginspirasi pelayanan public secara Nasional.

“Dimana Sewaka Dharma tidak hanya menyasar aparatur Pemerintahan tetapi juga dapat dilaksanakan sebagai konsep interaksi sosial kemasyarakatan yang pada akhirnya menjadi budaya masyarakat Kota Denpasar. Dengan demikian saya meyakini dengan konsep ini  Denpasar yang sejahtera dan berbahagia dapat terwujud” ungkap Rai Mantra. Harapan Rai Mantra ini mendapat sambutan dan dukungan dari masyarakat Desa Kesiman Petilan untuk dapat dilanjutkan di masa yang akan datang, sehingga masyarakat Desa Kesiman Petilan khusunya dan masyarakat Denpasar pada umumnya dan mampu meningkatkan kwalitas kesejahteraan serta dapat hidup dengan damai sebagaimana selogan Denpasar Kotaku Rumahku. RED-MB 

Baca Juga :
Korupsi Pembangunan Pelabuhan Gunaksa Masuki Babak Baru