Denpasar (Metrobali.com)-

Pemerintah Kota Denpasar terus berupaya menumbuhkan ide-ide kreatif pada anak-anak sehingga kedepannya siap menghadapi tantangan dalam kehidupan ini. Salah satunya untuk membangkitkan ide kreatif tersebut Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar secara rutin tiap telah melaksanakan Denpasar Book Fair dengan spirit Hari Suci Saraswati. Untuk tahun ini Denpasar Book Fair yang keenam kalinya ini dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara yang ditandai dengan penyerahan piala pada siswa yang menang lomba mading (majalah dinding), Jumat, (26/7) di Jalan Pedestrian Kamboja Denpasar. Pembukaan ini juga dihadiri Ketua Komisi B DPRD Kota Denpasar Eko Supriadi dan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara serta instansi terkait.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar Wayan Gatra ditemui di sela-sela pembukaan Denpasar Book Fair mengatakan setiap tahun pihaknya berusaha untuk terus meningkatkan minat baca anak-anak dengan melaksanakan berbagai kegiatan kreatif. Dengan bekerjasama dengan Rumah Pintar salah satunya menurut Gatra dengan dilaksanakannya lomba membuat mading antar siswa sekolah se-Kota Denpasar. “Tentunya dengan dilaksanakannya lomba membuat mading ini para siswa yang mengikuti lomba terlebih dahulu harus membaca sehingga mading yang dibuat sesuai dengan situasi yang berkembang saat ini di Kota Denpasar,” ujar Gatra. Disamping meningkatkan kreativitas anak-anak mualai dari SD, SMP dan SMA/SMK melalui lomba mading, untuk Denpasar Book Fair tahun ini juga diisi dengan lomba menggambar bagi anak-anak TK serta lomba band anak-anak sekolah yang pesertanya dari sekolah seluruh Bali. Sedangkan untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan pihaknya mengakui juga menyediakan fasilitas bagi anak-anak SMK untuk menampilkan semua produknya seperti jajan-jajan sehingga setelah usai sekolah nantinya terus dapat mengembangkan produknya. Untuk perserta menurut Gatra terus mengalami peningkatkan yang tahun lalu lima puluh stan sedangkan untuk tahun ini mencapai seratus stan. Untuk peserta pameran Gatra menekan agar bisa memberikan discount setidaknya mencapai 40% sehingga Denpasar Book Fair memiliki kelebihan dari toko buku biasa. Dengan demikian dapat membantu anak-anak sekolah tentang kebutuhan buku mereka.
Kasubid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar Gst Laksmi Saraswati menambahkan Denpasar Book Fair untuk mensukseskan program Denpasar kreatif berwawasan budaya melalui gerakan gemar membaca. Disamping juga memberikan apresiasi pada siswa-siswi untuk menampilkan inovasi dengan hiburan yang sehat. Menurut Sarawati dengan waktu pelaksanaan Denpasar Book Fair selama tiga hari dari tanggal 26-28 Juli diharapkan dapat benar-benar dimanfaatkan oleh anak-anak sekolah untuk mengunjunginya.
Salah seorang pengunjung Tati Rahmawati Guru SMKN 5 Denpasar mengakui Denpasar Book Fair sangat bagus karena memberikan ruang bagi anak-anak selain untuk membaca juga menampilkan kreativitasnya terutama anak-anak SMK. Namun Tati Rahmawati mengharapkan waktu pelaksanaan Denpasar Book Fair lebih diperpanjang mengingat untuk menampilkan kreativitas anak-anak dalam tiga hari sangat singkat. Terlebih lagi untuk mengembangkan jiwa kewirausahaannya. “Bila waktu Denpasar Book Fair bisa diperpanjang tentunya lebih banyak kretivitas kewirausahaan anak-anak sekolah bisa ditampilkan,” ujar Rahmawati.
Salah seorang Siswa SMKN 4 Denpasar Sagung Mirah mengatakan Denpasar Book Fair sudah bagus karena dapat menambahkan wawasan dan meningkatkan kreativitas dengan adanya stan bagi anak-anak sekolah. Namun Ia mengharapkan waktu pelaksanaan Denpasar Book Fair lebih diperpanjang sehingga dapat lebih meningkatkan kreativitas anak-anak sekolah. GST-MB

Baca Juga :
Profesor matematika jadi presiden Afrika Tengah