Foto: Hasil Polling Pilgub Bali 2024 terkini yang dimuat oleh situs Kabar Bali Satu atau KBS

Denpasar (Metrobali.com)-

Nama tiga tokoh independen semakin bersinar dan tetap menduduki posisi lima besar hasil Polling Pilgub Bali 2024 terkini. Hal itu membuktikan masyarakat Bali menaruh harapan besar kepada tokoh independen untuk menjadi Bali Satu pada Pilgub Bali 2024.

Tiga tokoh independen itu yakni Arya Wedakarna (AWK) yang merupakan Senator, Anggota DPD RI Perwakilan Bali dengan perolehan suara terbanyak pada Pemilu 2014 dan 2019.

Lalu ada nama Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra (Rai Mantra) yang merupakan mantan Walikota Denpasar dua periode dan pernah menjadi Calon Gubernur Bali pada Pilgub Bali 2018 yang dimenangkan Gubernur Koster.

Tokoh independen lainnya yakni Agung Manik Danendra (AMD). AMD merupakan tokoh puri yang gemar berbagi, dijuluki sebagai Sultan Dermawan dan juga Pejuang Hindu Nusantara karena telah banyak membantu umat untuk membangun pura di banyak daerah di luar Bali.

Di sisi lain Gubernur Bali Wayan Koster tetap di peringkat teratas. Dan yang cukup mengejutkan adalah Anggota DPR RI dari Bali Gde Sumarjaya Linggih alias Demer sepertinya “mengamuk”.

Terbukti dukungan untuk Demer melesat tajam. Dari yang sebelumnya sempat menduduki posisis juru kunci Polling KBS alias paling buncit, kini Demer melesat ke posisi tujuh Polling KBS.

Tokoh Bali yang belakangan sangat kritis terhadap berbagai kebijakan Gubernur Koster dan juga bersuara keras mengenai gonjang-ganjing rencana pembangunan Bandara Bali Utara dengan menyebut Gubernur Koster mencla-mencle ini, tampaknya mendapat simpati publik karena berani menyuarakan kekecewaan rakyat kepada Gubernur Koster.

“Tiga tokoh independen masih konsisten berada di lima besar polling KBS. Ini bagus, artinya publik melihat mereka sebagai pemimpin alternatif dan bisa menawarkan perubahan. Pak Demer yang sepertinya berseberangan dengan Pak Koster juga tampaknya sudah memetakan kekuatan untuk Bali Satu,” kata salah satu tokoh Bali.

Baca Juga :
Jokowi Sebut Prabowo Negarawan Meski Menolak

Berdasarkan pantauan hasil polling KBS ini per tanggal 4 Agustus 2022, Gubernur Koster masih unggul di puncak polling dengan raihan 18,53 persen suara atau sebanyak 148.524 votes.

Di posisi kedua, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta masih setia menempel Gubernur Koster dengan raihan dukungan 12,43 persen atau 99.567 suara.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung ini memang menjadi saingan berat Gubernur Koster di internal PDI Perjuangan untuk mendapatkan rekomendasi sebagai Calon Gubernur Bali 2024.

Di posisi ketiga, AMD terus menempel ketat Giri Prasta. Tokoh milenial bernama lengkap Dr. Anak Agung Ngurah Manik Danendra, S.H., M.H., M.Kn., asal Puri Tegal Denpasar Pemecutan ini yang dikenal juga aktif menjadi aktivis sejak remaja ini terlihat totalitas mendapatkan dukungan kaum milenial Bali dan perolehan suaranya terpaut sangat tipis dengan Giri Prasta. AMD meraih dukungan 12,41 persen dengan 99.472 suara.

Di peringkat keempat dan kelima masih ada nama tokoh independen yakni AWK dan Rai Mantra. AWK di peringkat empat juga terus mendulang dukungan dengan raihan 10,28 persen atau 82.415 suara.

Di peringkat lima Rai Mantra masih terus menempel AWK dengan raihan dukungan 9,97 persen atau 79.907 suara.

Yang menjadi kejutan dalam polling KBS kali ini adalah melesatnya dukungan terhadap Demer. Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali ini langsung naik tanggal polling ke peringkat tujuh dimana sebelumnya sempat di posisi terakhir. Demer mendulang dukungan 7,73 persen, dengan 61.904 suara.

Pendukung Demer tampaknya “mengamuk” memberikan dukungan kepada tokoh Bali asal Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng ini.

Hal ini juga tampaknya terkait dengan kekecewaan masyarakat terkait belum jelasnya realisasi pembangunan Bandara Bali Utara. Bahkan belakangan proyek Bandara Bali Utara ini dikeluarkan dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh pemerintah pusat.

Baca Juga :
Gudang Kayu Terbakar, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

Bahkan Demer bersuara lantang dengan menyebut Gubernur Koster mencla-mencle. Sebab sebelumnya lokasi Bandara Bali Utara diusulkan di Kubutambahan. Namun belakangan malah disepakati diusulkan dipindahkan ke barat ke Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak.

“Ini terus terang mencla-mencle. Bapak Gubernur ingat dong saat kampanye dan waktu pelantikan sendiri Bapak ngomong bahwa airport Bali Utara adalah di Kubutambahan dengan segala kajiannya. Tapi kenapa malah bikin surat ke barat (lokasinya pindah ke Sumberklampok). Ini kan menyebabkan di pusat juga bingung ini,” kritik Demer pedas dalam pernyataannya yang ditayangkan Channel YouTube Bali Satu.

Kritis pedas Demer ke Koster juga memicu pro kontra dan perang komentar antara pendukung Koster dan pendukung Demer di media sosial Youtube. Pendukung Koster menyayangkan pernyataan Demer dengan menyebut Demer hanya bisa nyinyir, punya kepentingan pribadi mempertahankan Bandara Bali Utara di Kubutambahan.

Bahkan ada yang menyindir kalau Demer tidak punya prestasi apa-apa selama empat periode menjadi Anggota DPR RI, jauh beda dengan Gubernur Koster yang sudah sangat totalitas membangun Bali.

Sementara itu pendukung Demer juga tidak mau kalah berkomentar. Mereka menyebut Bandara Bali Utara paling tepat dibangun di Kubutambahan karena bisa menciptakan pemerataan selain di Bali Utara juga Bali Timur. Pendukung Demer juga menyebut Koster cukup satu periode saja sebagai Gubernur Bali dan perlu diganti di Pilgub Bali 2024.

Dukungan untuk Demer maju Bali Satu juga disampaikan kader Golkar. “Kalau Bapak Demer maju Pilgub Bali saya yakin beliau menang,” kata salah satu kader Golkar.

Rivalitas dukungan untuk Demer dan Koster ditambah juga makin banyaknya dukungan untuk tiga tokoh independen seperti AMD, AWK dan Rai Mantra juga membuat Polling Pilgub Bali di KBS semakin seru dengan sudah lebih dari 800 ribu lebih masyarakat Bali yang berpartisipasi ikut vote mendukung jagoannya.

Di sisi lain, jika Demer melesat menaiki tangga poling, Walikota Denpasar Gusti Ngurah Jaya Negara yang sempat juga masuk lima besar malah posisinya terus melorot hingga ke dasar polling.

Baca Juga :
Rai Mantra Setuju Gagasan Koster-Ace Soal Transportasi Bagian Interaksi Publik

Jaya Negara turun ke peringkat 9 polling dengan dukungan 7,35 persen atau 58.907 votes. Tampaknya publik tidak respek dengan Walikota Denpasar dari PDI Perjuangan ini akibat persoalan proyek LNG yang menuai penolakan masyarakat.

Adanya isu Jaya Negara secara diam-diam mendukung proyek LNG yang mendapat penolakan masyarakat membuat posisi Jaya Negara semakin merosot alias tidak populer.

Desakan Jaya Negara untuk membangun terminal LNG di kawasan hasil reklamasi di Pelabuhan Benoa milik Pelindo juga menjadi tanda tanya besar apakah ada udang di balik batu ataukah ada niat terselebung dan konspirasi besar.

Di atas posisi Jaya Negara ada nama Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Gede Pasek Suardika (GPS) yang juga mantan Anggota DPR RI dan mantan Anggota DPD RI.

Dalam beberapa minggu sebelumnya Pasek Suardika sempat menempati posisi juru kunci dalam poling KBS kemudian beberapa hari terakhir sempat naik ke posisi ke sepuluh dan kini terus merangsek naik hingga ke posisi tujug poling. Pasek meraih dukungan 7,68 persen dengan 61.532 suara.

Di peringkat delapan polling Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Golkar Dapil Bali Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Gus Adhi) masih bertahan di posisinya dengan dukungan 7,37 persen.

Kemudian di peringkat kesepuluh dan kesebelas ada nama peringkat diisi oleh Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Dapil Bali 5 periode Made Urip dengan dukungan 3,13 persen dan kader PDI Perjuangan yang juga Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra dengan dukungan 3,11 persen.

Polling dari Kabar Bali Satu ini masih terus berlangsung dan masyarakat Bali bisa memberikan pilihannya dengan mengklik nama tokoh calon gubernur jagoannya dan pilih vote pada link https://kabarbalisatu.com/polling/. (dan)