Danamon Targetkan Aset Syariah Capai Rp 15 Triliun

Metro Bali
single-image

bank danamon

Jakarta (Metrobali.com)-

PT Bank Danamon Indonesia Tbk menargetkan aset unit syariah mencapai Rp12 triliun hingga Rp15 triliun dalam lima tahun ke depan sebelum berkembang menjadi bank syariah.

“Dari perkiraan kami, Danamon Syariah perlu meningkatkan nilai aset di kisaran Rp12 triliun hingga Rp15 triliun sebelum spin off. Saat ini, kapasitasnya masih terlalu kecil,” kata Direktur Utama Danamon Henry Ho nya di Jakarta, Selasa (16/9).

Henry mengatakan unit syariah Danamon tengah dipertimbangkan untuk spin off sebagaimana disarankan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Namun, lanjutnya, nilai aset yang masih terlalu kecil, membuatnya belum cukup kuat untuk bersaing dengan kompetitor.

Henry mengaku optimis dengan target tersebut, meskipun capaiannya sangat tergantung pada kondisi pasar yang terjadi.

“Sangat tergantung kondisi pasar, sejauh ini, kami cukup optimis karena perkembangannya masih positif,” kata Henry.

Berdasarkan data yang diterima per Juni 2014, total aset Danamon Syariah mencapai Rp2,8 triliun per Juni 2014, meningkat 12 persen dari Rp287 miliar dari periode yang sama pada 2013.

Sementara itu, Pembiayaan sebesar Rp2,1 triliun, meningkat 22 persen dari Rp381 miliar jika dibandingkan periode yang sama pada 2013. Sedangkan pendanaan mencapai Rp2 triliun, meningkat 9 persen dari Rp168 miliar pada periode yang sama 2013. Jakarta, 16/9 (Antara) – PT Bank Danamon Indonesia Tbk menargetkan aset unit syariah mencapai Rp12 triliun hingga Rp15 triliun dalam lima tahun ke depan sebelum berkembang menjadi bank syariah.

“Dari perkiraan kami, Danamon Syariah perlu meningkatkan nilai aset di kisaran Rp12 triliun hingga Rp15 triliun sebelum spin off. Saat ini, kapasitasnya masih terlalu kecil,” kata Direktur Utama Danamon Henry Ho nya di Jakarta, Selasa.

Baca Juga :
Pastika Ajukan Penangguhan Penahanan Tersangka Pengancaman Dirinya

Henry mengatakan unit syariah Danamon tengah dipertimbangkan untuk spin off sebagaimana disarankan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Namun, lanjutnya, nilai aset yang masih terlalu kecil, membuatnya belum cukup kuat untuk bersaing dengan kompetitor.

Henry mengaku optimis dengan target tersebut, meskipun capaiannya sangat tergantung pada kondisi pasar yang terjadi.

“Sangat tergantung kondisi pasar, sejauh ini, kami cukup optimis karena perkembangannya masih positif,” kata Henry.

Berdasarkan data yang diterima per Juni 2014, total aset Danamon Syariah mencapai Rp2,8 triliun per Juni 2014, meningkat 12 persen dari Rp287 miliar dari periode yang sama pada 2013.

Sementara itu, Pembiayaan sebesar Rp2,1 triliun, meningkat 22 persen dari Rp381 miliar jika dibandingkan periode yang sama pada 2013. Sedangkan pendanaan mencapai Rp2 triliun, meningkat 9 persen dari Rp168 miliar pada periode yang sama 2013.

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.